Israel Promosikan Rencana Pembangunan Pemukiman Besar-Besaran di Yerusalem

Rencana tersebut termasuk pembangunan sekitar 9.000 unit pemukiman ilegal baru, yang bertujuan untuk memperluas dan mengubah batas-batas kota Yerusalem yang diduduki, dan untuk memecah desa-desa Palestina.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,04 Aug 2021,11:36 AM

Yerusalem, SPNA - Kementerian Perumahan Israel, sebagaimana dilaporkan media Israel, pada Selasa (03/08/2021), bermaksud mempromosikan rencana pemukiman besar dan kontroversial untuk membangun lingkungan pemukiman Yahudi baru di pemukiman Atarot, di tanah Bandara Internasional Yerusalem (Qalandia) yang ditinggalkan di utara Yerusalem yang diduduki.

Situs berita Israel, Walla, mengatakan bahwa pembukaan rencana pemukiman ini dilakukan bersamaan dengan persiapan untuk kunjungan pertama Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, ke Gedung Putih akhir bulan ini.

Rencana tersebut termasuk pembangunan sekitar 9.000 unit pemukiman ilegal baru, yang bertujuan untuk memperluas dan mengubah batas-batas kota Yerusalem yang diduduki, dan untuk memecah desa-desa Palestina.

Selama bertahun-tahun, skema pemukiman besar ini telah memicu sikap protes politik yang kuat dan meluas di Amerika Serikat dan Eropa. Rencana ini sebelumnya telah dihentikan dan ditunda pada masa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Selain membangun ribuan unit pemukiman ilegal Yahudi, Israel juga akan membangun kawasan industri, pusat komersial, hotel, dan fasilitas lainnya.

Netanyahu telah menunda prosedur pembayaran untuk skema tersebut, yang diajukan pada Februari 2020, karena ditentang pemerintahan Amerika Serikat sebelumnya, Donald Trump.

Menurut laporan itu, Netanyahu mencoba mendapatkan lampu hijau untuk memajukan skema dari pemerintahan Trump di akhir masa jabatannya, tetapi Gedung Putih menentangnya.

Perdana Menteri Bennett diperkirakan akan bertemu untuk pertama kalinya dengan Presiden AS Joe Biden bulan ini di Gedung Putih.

Menurut media Israel, penasihat utama Bennett, termasuk Ketua Dewan Keamanan Nasional, Eyal Holta, dan penasihat politik, Shimrit Meir, akan mengunjungi Washington dalam minggu ini untuk mengadakan pertemuan persiapan dan koordinasi kunjungan kenegaraan tersebut.

Pembangunan pemukiman di tempat kawasan tersebut merupakan isu yang menonjol dalam kampanye partai Israel selama pemilihan terakhir yang berlangsung beberapa bulan lalu. Partai Yamina, dipimpin oleh Bennett, dan partai Tikva Hadasha yang dipimpin oleh Menteri Kehakiman Gideon Sa'ar, selama kampanye pemilihan mereka baru-baru ini, membuat komitmen terang-terangan untuk memperkuat pembangunan pemukiman di Yerusalem yang diduduki dan memajukan rencana pembangunan di Atarot.

(T.FJ/S: Palinfo)

leave a reply