PBB Kecam Serangan Pendudukan Israel terhadap Organisasi HAM Palestina

“Kami sangat prihatin terhadap tindakan campur tangan tentara Israel dalam kerja organisasi non-pemerintah yang cukup terkenal dan dihormati di bidang hak asasi Manusia,” sebut pakar HAM PBB.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,15 Aug 2021,02:14 PM

Yerusalem, SPNA - Para pakar hak asasi manusia PBB, sebagaimana dilansir Palinfo, pada Jumat (13/08/2021), mengutuk serangan tentara pendudukan Israel terhadap sebuah organisasi non-pemerintah di Tepi Barat, yang bergerak pada pembelaan hak-hak anak. Israel melakukan penyitaan dokumen dan peralatan penting milik organisasi HAM tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Jumat, para pakar PBB meminta pemerintah pendudukan Israel untuk menyelidiki secara serius pembunuhan anak-anak yang tentara mereka, dan pelanggaran hak asasi manusia yang dialami anak-anak, selama serangan tentara.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa pada akhir Juli lalu, tentara Israel menggerebek pada malam hari kantor DCI-Palestina (Gerakan Internasional untuk Pertahanan Anak-Anak Palestina) di kota Al-Bireh (Tepi Barat tengah), dan menyita berbagai dokumen rahasia, komputer, dan peralatan lainnya.

Para pakar HAM PBB meminta otoritas pendudukan Israel untuk mengembalikan dokumen dan peralatan ini.

“Kami sangat prihatin terhadap tindakan campur tangan tentara Israel dalam kerja organisasi non-pemerintah yang cukup terkenal dan dihormati di bidang hak asasi Manusia,” sebut pakar HAM PBB.

Para ahli mencatat bahwa dalam beberapa tahun terakhir, DCI-Palestina telah secara signifikan melaporkan pola penangkapan, kekerasan, dan pembunuhan anak-anak Palestina yang dilakukan tentara Israel di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur dan Gaza.

Para pakar HAM PBB mencatat bahwa membungkam atau menghalangi kegiatan ini melanggar hak asasi manusia atas kebebasan berekspresi dan berserikat.

DCI-Palestina mencatat bahwa setiap tahun sekitar 500-700 anak-anak Palestina, beberapa di antaranya berusia 12 tahun, ditahan, dan diadili dalam sistem pengadilan militer Israel, dengan tuduhan paling umum melakukan pelemparan batu.

(T.FJ/S: Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir