Israel Hancurkan TK di Yerusalem dan Sebuah Rumah di Nablus

Kota Beit Safafa dalam bahaya rencana pembangunan pemukiman Givat Hamatos, yang akan memisahkan kota Beit Safafa dari Tepi Barat dan kota Yerusalem yang diduduki.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,18 Aug 2021,11:13 AM

Yerusalem, SPNA - Buldoser pendudukan Israel, pada Selasa (17/08/2021), menghancurkan sebuah Taman Kanak-kanak (TK) di kawasan Al-Safih, kota Beit Safafa di Yerusalem. Di tempat terpisah pasukan pendudukan Israel juga menghancurkan sebuah rumah yang sedang dibangun di kota Yatma, selatan Nablus.

Sejumlah sumber dari Yerusalem, sebagaiman dilansir Palinfo, melaporkan bahwa sebuah buldoser milik pendudukan Israel juga menghancurkan TK milik warga Yerusalem, Muhammad Hussein Jum’ah. TK yang bersebelahan dengan rumah keluarga Jum’ah ini sudah berdiri sejak awal tahun dan rencananya akan mulai aktif pada awal tahun ajaran baru.

Kota Beit Safafa dalam bahaya rencana pembangunan pemukiman Givat Hamatos, yang akan memisahkan kota Beit Safafa dari Tepi Barat dan kota Yerusalem yang diduduki.

Ambisi pendudukan Israel di wilayah tersebut dimulai pada tahun 2000, ketika pemerintah Israel pada waktu itu menempatkan sejumlah rumah karavan di tanah Beit Safafa untuk membawa orang Yahudi dari Ethiopia dan Rusia dan menampung mereka di sana.

Sejak tahun 1973, tanah Beit Safafa telah dibagi menjadi lima bagian oleh pemukiman Israel.

Di Nablus, pasukan pendudukan Israel menyerbu kota Yatma dengan buldoser, dan menghancurkan rumah Baraa Ahmed Al-Najjar, yang sedang dibangun.

Sejumlah sumber lokal mengatakan bahwa rumah tersebut telah dihancurkan oleh pendudukan Israel 15 tahun yang lalu, dan pemiliknya membangunnya kembali. Rumah ini terletak di sebelah timur Yatma, di depan Jabal Subaih, kawasan yang mencatat kegiatan rutin perlawanan rakyat Palestina sebagai protes terhadap pendirian pos pemukiman di puncaknya.

Sumber mengkonfirmasi bahwa pasukan pendudukan Israel meluncurkan kampanye luas terhadap rumah-rumah di daerah yang sama, termasuk pembongkaran.

Sebagian besar tanah Yatma mencatat aktivitas penghancuran dengan tujuan perluasan pemukiman Rahalim, yang berada di tanah penduduk Palestina.

Pemerintah pendudukan Israel baru-baru ini meningkatkan penargetan rumah dan fasilitas milik penduduk Palestina dengan melakukan penghancuran, meskipun mereka berada di wilayah administrasi Otoritas Sipil Palestina.

Saat ini terdapat 13 permukiman dan 55 pos permukiman di Nablus, yang dipisahkan jalan bypass permukiman sepanjang 104 kilometer, mengakibatkan rusaknya lahan seluas 10.393 dunum atau sekitar seribu hektare lebih.

Pendudukan mendirikan 24 kamp di tanah Nablus, dan memberlakukan penutupan di 80 kawasan, dan jalan pintas alternatif ke jalan utama Hawara merupakan salah satu proyek pemukiman paling berbahaya di Nablus.

(T.FJ/S: Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir