Israel Perluas Permukiman di Bekas Stasiun Bus Kota Hebron

Walikota Hebron, Tayseer Abu Sneina, mengecam operasi ekspansi baru di kamp militer pendudukan Israel dan menganggapnya sebagai bentuk ancaman nyata baru pendudukan.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,31 Aug 2021,11:54 AM

Yerusalem, SPNA - Otoritas pendudukan Israel, pada Senin (30/08/2021), mulai membangun lantai dua di sebuah kamp militer Israel, yang dibangun beberapa dekade lalu di tanah Terminal Bus Kota Hebron di Jalan Al-Shuhada, di pusat kota Hebron.

Walikota Hebron, Tayseer Abu Sneina, mengecam operasi ekspansi baru di kamp militer pendudukan Israel dan menganggapnya sebagai bentuk ancaman nyata baru pendudukan.

“Pemerintah kota sedang melanjutkan upaya melalui komite hukum yang bertugas untuk menindaklanjuti masalah pembangunan kamp tentara pendudukan Israel di tanah Terminal Bus Kota Hebron, yang direbut pendudukan beberapa dekade lalu. Langkah ini diambil untuk menghentikan proses perebutan tanah Hebron oleh pendudukan Israel, yang berkeinginan untuk meyahudisasi pusat kota Hebron dan memperluas sejumlah pos pemukiman,” kata Abu Sneina.

Ia menunjukkan bahwa pemerintah kota Hebron tidak akan berpangku tangan menghadapi bentuk pelanggaran ini.

Abu Sneina mengungkapkan bahwa ia juga telah membicarakan persoalan ini melalui surat resmi yang dikirim kepada semua lembaga hak asasi manusia internasional, konsulat, dan berbagai perwakilan negara, terutama mengingat bahwa Kota Tua sudah terdaftar dalam Situs Warisan Dunia PBB.

Banyak kalangan yang memantau situasi pemukiman Israel di Hebron yang menyebut bahwa perluasan di tanah terminal bus dilakukan untuk tujuan pemukiman baru Israel dan untuk menciptakan kedekatan geografis antara sejumlah pos pemukiman Israel yang terletak di pusat kota.

Pada Juli 2017 lalu, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menetapkan Hebron di Tepi Barat sebagai Situs Warisan Dunia PBB.

(T.FJ/S: Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir