Israel Lakukan 20 Pelanggaran 'Sangat Berbahaya' terhadap Kebebasan Pers selama Agustus

Laporan yang dikeluarkan Pusat Pengembangan dan Kebebasan Media Palestina (MADA) mengklasifikasikan 20 pelanggaran di antaranya sebagai “Sangat Berbahaya” bagi kebebasan pers, kehidupan, dan keselamatan para jurnalis di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Mon,06 Sep 2021,04:11 PM

Yerusalem, SPNA – Sebuah Pusat Media Palestina, sebagaimana dilansir Palinfo, pada Minggu (05/09/2021), memantau bahwa Israel telah melakukan sebanyak 28 pelanggaran terhadap kebebasan pers di Tepi Barat dan Jalur Gaza selama Agustus lalu.

Laporan yang dikeluarkan Pusat Pengembangan dan Kebebasan Media Palestina (MADA) mengklasifikasikan 20 pelanggaran di antaranya sebagai “Sangat Berbahaya” bagi kebebasan pers, kehidupan, dan keselamatan para jurnalis di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Laporan tersebut juga menegaskan terjadi penurunan nyata terhadap kasus pelanggaran Palestina dibandingkan dengan dua bulan terakhir, di mana 69 pelanggaran tercatat pada Juni dan 23 pelanggaran terjadi pada Juli lalu.

Komite Pendukung Kebebasan Pers telah mendokumentasikan dalam sebuah laporan, pada Rabu lalu, bahwa Israel telah melakukan sebanyak 60 pelanggaran terhadap kebebasan pers dan jurnalis.

Komite mengklarifikasi bahwa pelanggaran pendudukan Israel terhadap kebebasan jurnalistik dilakukan dengan berbagai serangan.

“Serangan terhadap para jurnalis dan pers di wilayah Palestina dilakukan dengan peluru tajam, peluru karet, bom gas beracun, dan penyemprotan air limbah, penyitaan alat kerja jurnalistik, peralatan, penangkapan, dan larangan liputan,” sebut Komite Pendukung Kebebasan Pers Palestina, sebagaimana dilansir dari Palinfo.

Agustus lalu, pada Jumat (27/08/2021) misalnya, tentara pendudukan Israel, menangkap tujuh wartawan, di Tepi Barat yang diduduki, termasuk seorang fotografer surat kabar Anadolu Turki, mereka dibebaskan setelah dipukuli selama berjam-jam.

“Tentara Israel mencegat jalan setelah meliput pelaksanaan salat Jumat di daerah Masafer Yatta, yang terancam oleh permukiman ilegal Israel, di selatan Hebron,” kata Sari Jaradat, fotografer Anadolu Agency, sebagaimana dilansir Palinfo.

Jaradat menambahkan bahwa tentara Israel memukuli dan mencuri peralatan mereka, serta membawa mereka ke kantor polisi di pemukiman Kiryat Arba, selatan Hebron.

(T.FJ/S: Palinfo)

leave a reply