Begini Detail Pelarian Narapida Palestina dari Penjara Israel

Penjara Gilboa, tempat para tahanan berhasil melarikan diri dianggap sangat aman dan memiliki sistem keamanan yang ketat. Penjara ini dibangun pada tahun 2004, tempat para narapidana dengan status “sangat berbahaya” bagi eksistensi pendudukan Israel dikurung.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,07 Sep 2021,02:26 PM

Yerusalem, SPNA – Sejumlah sumber dari Israel, pada Senin (07/09/2021), mengungkapkan rincian baru tentang operasi enam narapidana Palestina yang berhasil melarikan diri dari Penjara Gilboa, sebuah penjara dengan keamanan tinggi.

Saluran 12 Israel, yang menggambarkan status operasi pelarian tersebut dengan katagori “berbahaya”, melaporkan bahwa pegawai otoritas penjara pendudukan Israel menemukan hilangnya sejumlah tahanan pada pukul 01:00 tengah malam.

Media Israel tersebut menyatakan bahwa otoritas penjara menemukan terowongan satu jam setelah para tahanan hilang, dan menduga kuat bahwa terowongan itu telah digali selama bertahun-tahun.

Terowongan digali dari ruang toilet, dan para tahanan dapat keluar melalui saluran pembuangan.

Saluran 12 menjelaskan bahwa operasi pelarian para narapidana terjadi di Bangsal No. 2, yang terletak di dekat pagar luar penjara Gilboa.

Media Israel ini menunjukkan bahwa sebanyak 6 mobil Palestina menunggu para tahanan di dekat penjara, untuk membawa mereka menjauh dari daerah tersebut.

Saat ini, sejumlah helikopter, drone, dan sejumlah besar kelompok tentara, polisi dan pasukan khusus Shin Bet sedang melakukan pencarian dan penyisiran untuk mencari para narapidana yang kabur.

Adapun Saluran Kan Israel, menyatakan bahwa terdapat kekhawatiran bahwa enam tahanan tersebut akan dapat memasuki wilayah otoritas Palestina.

Enam narapidana dari provinsi Jenin, Tepi Barat utara, berhasil melarikan diri menjelang fajar dari penjara Gilboa, utara Israel, melalui terowongan yang mereka gali.

Sejumlah media Israel menerbitkan sebuah gambar, yang tampaknya menunjukkan saluran terowongan di dalam penjara, yang berada di dalam toilet. Sedangkan lubang lainnya berada beberapa meter dari dinding luar penjara Gilboa.

Penjara Gilboa, tempat para tahanan berhasil melarikan diri dianggap sangat aman dan memiliki sistem keamanan yang ketat. Penjara ini dibangun pada tahun 2004, tempat para narapidana dengan status “sangat berbahaya” bagi eksistensi pendudukan Israel dikurung.

Komite Narapidana Palestina mengacu pada beberapa informasi tentang para tahanan yang melarikan diri dari penjara yang diumumkan oleh pendudukan Israel.

Komite Narapidana menjelaskan bahwa di antara narapidana tersebut adalah Mahmoud Abdullah Arida (46 tahun), berasal dari Arrabeh, Jenin, yang ditahan sejak 1996 dan divonis penjara seumur hidup.

Narapidana kedua adalah Muhammad Qassem Arida (39 tahun), juga berasal dari Arraba, yang telah ditahan sejak 2002, dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Narapidana ketiga adalah Yaqoub Mahmoud Qadri (49 tahun), dari Bir al-Basha, Jenin, yang telah ditahan sejak 2003, dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Narapidana keempat adalah Ayham Nayef Kammaji (35 tahun), dari Kfardan, Bejain, yang telah ditahan sejak 2006, dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Narapidana selanjutnya adalah Zakaria Zubeidi (46 tahun), berasal dari kamp Jenin, yang telah ditahan sejak 2019, dan status hukumannya saat ini belum jelas, ia masih ditahan tanpa vonis.

Adapun narapidana terakhir adalah Mujahid Yaqoub Infaat (26 tahun), berasal di Jenin, yang telah ditahan sejak 2019.

(T.FJ/S: Palinfo)

leave a reply