Taliban Berkuasa, Yahudi Terakhir di Afghanistan Angkat Kaki

Keberhasilan Taliban menguasai Afghanistan, meninggalkan cerita tentang seorang Yahudi yang terpaksa meninggalkan negara tersebut. Dia adalah Zebulun Siman raft, pergi meninggalkan Afghanistan karena merasa terancam.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,08 Sep 2021,10:50 AM

Kabul, SPNA - Zebulun Siman Raft , Penganut Yahudi Terakhir di Afghanistan, dilaporkan meninggalkan negara tersebut pada Senin malam (06/09/2021), pasca sebulan dari Taliban berkuasa.

Siman Raft berhasil keluar dari Taliban dibantu oleh salah satu lembaga asing dan beberapa tetangganya. Ia disebutkan sedang dalam perjalanan ke Amerika Serikat.

Situs resmi Israel, Israelhayom, mengklaim bahwa pihaknya memiliki vidoe dokumentasi saat-saat Siman Raft melarikan diri dan dibantu oleh para tetangganya itu. Meski demikian, mereka menolak untuk mempublisnya demi menjaga identitas dari orang-orang yang membantunya tersebut.

Selama bertahun-tahun, Siman bersikeras untuk tetap tinggal di negara itu meskipun berada di tengah perang saudara dan ancaman kekuasaan Taliban. Ia mengumumkan bulan lalu, setelah jatuhnya ibukota Afghanistan, Kabul, ke tangan Taliban, bahwa dirinya akan tetap tinggal di negara itu untuk mengurus sinagoge terakhir di negara itu.

Kepergiannya Siman merupakan sejarah dari berakhirnya keberadaan Yahudi di Afghanistan. Keberadaan Yahudi di negara itu sudah berlangsung sejak seribu tahun silam. Mereka datang sebagai saudagar yang melintasi jalur sutra.

Disebutkan, pasca berdirinya negara Israel di tanah Palestina, sebanyak 4000 Yahudi meninggalkan Afghanistan dan bergabung ke Negara Yahudi tersebut.

(T.HN/S: i24news)

leave a reply
Posting terakhir

Stasiun TV Israel: 43% Warga Yahudi Ingin Netanyahu Angkat Kaki

Dikutip Maannews (01/12/2019), berdasarkan laporan Danny Weiss, analis politik Channel 13, 43% warga Israel menuntut agar Netanyahu mengundurkan diri. Ini menunjukkan bahwa publik Israel tidak menutup diri terhadap perkembangan situasi yang berlaku di Israel.