Tingkat Buta Huruf Palestina Menurun 82 Persen dalam Dua Dekade

Pusat Statistik menunjukkan bahwa tingkat buta huruf di Palestina termasuk yang terendah di dunia (hanya 2,5 persen di antara individu 15 tahun ke atas) untuk tahun 2020, sementara tingkat buta huruf di antara individu 15 tahun ke atas di kawasan Asia Barat dan Afrika Utara mencapai 19,7 persen pada tahun 2019, menurut laporan Data Institut Statistik UNESCO.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,09 Sep 2021,10:49 AM

Yerusalem, SPNA - Biro Pusat Statistik Palestina, sebagaimana dilansir Palinfo, mengumumkan bahwa tingkat buta huruf atau buta aksara penduduk Palestina termasuk terendah di dunia (dengan hanya 2,5 persen di antara penduduk berusia 15 tahun ke atas pada tahun 2020) dan telah menurun sebesar 82 persen selama dua dekade terakhir.

Dalam laporan yang disampaikan dalam rangka Hari Aksara Internasional, yang jatuh pada hari Rabu, 8 September setiap tahun, Biro Pusat Statistik mengklarifikasi bahwa berdasarkan data yang tersedia, telah terjadi penurunan signifikan dalam tingkat buta huruf sejak tahun 1997. Hal ini terjadi karena penurunan besar di antara penduduk Palestina (pada umur 15 tahun ke atas) dari 13,9 persen pada tahun 1997 menjadi 2,5 persen pada tahun 2020.

Pusat Statistik menunjukkan bahwa tren penurunan ini berlaku bagi kedua jenis kelamin, di mana tingkat buta huruf di kalangan laki-laki menurun dari 7,8 persen pada tahun 1997 menjadi 1,2 pada tahun 2020, sementara di kalangan perempuan menurun dari 20,3 persen menjadi 3,8 persen pada periode yang sama.

Pusat Statistik menunjukkan bahwa tingkat buta huruf di Palestina termasuk yang terendah di dunia (hanya 2,5 persen di antara individu 15 tahun ke atas) untuk tahun 2020, sementara tingkat buta huruf di antara individu 15 tahun ke atas di kawasan Asia Barat dan Afrika Utara mencapai 19,7 persen pada tahun 2019, menurut laporan Data Institut Statistik UNESCO, dengan perbandingan 25,4 persen di antara perempuan, dan 14,3 di antara laki-laki.

Angka buta huruf pada individu 15 tahun ke atas secara global mencapai 13,5 persen, dengan angka 17,0 pada perempuan, sedangkan angka buta huruf pada pria (15 tahun ke atas) secara global mencapai 10,7 persen.

Angka buta huruf di Tepi Barat menurun dari 14,1 persen pada tahun 1997 menjadi 8,2 persen pada tahun 2020, sementara di Jalur Gaza menurun dari 13,7 persen menjadi 2,0 persen pada periode yang sama.

Pusat Statistik Palestina mencontohkan persebaran buta huruf bervariasi berdasarkan kelompok umur, di mana kelompok umur 65 tahun ke atas mencatat angka buta huruf tertinggi, sedangkan kelompok umur (30-44 tahun) mencatat angka terendah.

Angka buta huruf pada lansia 65 tahun ke atas mencapai 25,5 persen (143.000 penduduk buta huruf) pada tahun 2020. Angka buta huruf mencapai 2,5 persen pada kelompok usia 45-64 tahun (15,8 ribu penduduk buta huruf) dan angka buta huruf 0,9 persen pada kelompok umur 30-44 tahun (8,3 ribu penduduk buta huruf). Sedangkan angka buta huruf di kalangan pemuda 15-29 tahun hanya sekitar 0,8 persen (11,2 ribu penduduk) pada tahun yang sama.

Angka buta huruf di kalangan perempuan pada kelompok usia 15-24 telah mencapai 0,3, menurut data Survei Indikator Berganda pada tahun 2019-2020.

Sedangkan angka buta huruf di masyarakat pedesaan mencapai 3,2 persen (15,1 ribu penduduk buta huruf), sebanyak 2,5 persen di kamp (6,6 ribu penduduk buta huruf), dan sebanyak 2,4 persen di kalangan masyarakat perkotaan (56,7 ribu penduduk buta huruf) pada tahun 2020.

Pusat Statistik menyebut bahwa berdasarkan data Kementerian Pendidikan, jumlah pusat literasi di Palestina mencapai 81 pusat, 56 pusat di Tepi Barat, dan 25 pusat di Jalur Gaza, pada tahun ajaran 2019/2020.

Jumlah siswa yang terdaftar di berbagai pusat literasi tersebut sebanyak 1.247, di antaranya 695 laki-laki dan 552 perempuan.

(T.FJ/S: Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir