Berdalih Hari Libur Yahudi, Israel Tutup Masjid Ibrahimi

Penutupan ini merupakan tindakan kedua yang dilakukan pendudukan Israel terhadap Masjid Ibrahimi dalam satu bulan ini, di mana penutupan pertama dilakukan pada 7 September, dengan dalih perayaan “Tahun Baru Yahudi” yang dilaksanakan para pemukim Israel.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Mon,13 Sep 2021,10:45 AM

Yerusalem, SPNA - Otoritas pendudukan Israel, pada Minggu (12/09/2021), menutup Masjid Ibrahimi di kota Hebron (selatan Tepi Barat yang diduduki), bagi jamaah muslim Palestina.

“Ini merupakan aksi penutupan Masjid Ibrahimi kedua kalinya bulan ini dengan dalih hari libur Yahudi,” sebagaimana diberitakan Palinfo.

Direktur masjid, Syeikh Hefzy Abu Sneina, mengatakan bahwa Israel telah memperketat akses para jamaah muslim di pintu masuk Kota Tua.

“Pendudukan Israel telah memperketat tindakan militer di pintu masuk Kota Tua, dengan dalih mengamankan acara perayaan pemukim Yahudi yang biasa disebut festival Yahudi (sepuluh hari),” sebut Syeikh Abu Sneina berdasarkan pernyataan kantor berita resmi Palestina.

Syeikh Abu Sneina menjelaskan bahwa penutupan tersebut akan mencakup seluruh koridor, alun-alun, dan halaman Masjid Ibrahimi. Aksi penutupan ini berlanjut hingga pada hari Senin (13/09/2021), pukul tiga pagi.

Penutupan ini merupakan tindakan kedua yang dilakukan pendudukan Israel terhadap Masjid Ibrahimi dalam satu bulan ini, di mana penutupan pertama dilakukan pada 7 September, dengan dalih perayaan “Tahun Baru Yahudi” yang dilaksanakan para pemukim Israel.

Otoritas pendudukan Israel menerapkan pembagian temporal dan spasial di Masjid Ibrahimi setelah aksi pembantaian yang dilakukan ekstrimis Yahudi terhadap jamaah muslim yang melakukan salat Subuh di Masjid Ibrahimi pada tahun 1994. Dalam insiden tersebut, 50 penduduk Palestina meninggal dunia, dengan dengan 29 di antaranya meninggal di dalam masjid.

Otoritas pendudukan Israel kemudian membagi Masjid Ibrahimi untuk orang Yahudi dan Muslim, mencegah Muslim melakukan salat pada hari libur Yahudi, tapi memberi izin penuh kepada pemukim Yahudi untuk melakukan salat atau berdoa.

Awal bulan lalu, otoritas pendudukan Israel mulai melaksanakan proyek Yahudisasi di atas lahan seluas 300 meter persegi halaman Masjid Ibrahimi dan berbagai fasilitasnya, termasuk pemasangan lift listrik, untuk memfasilitasi serbuan pemukim Israel. Israel telah mengalokasikan dua juta syekel dalam pembiayaan proyek tersebut.

Buldoser pendudukan, di bawah penjagaan ketat pasukan Israel, mulai melakukan operasi penggalian di sekitar 100 meter dari halaman luar barat Masjid Ibrahimi, untuk memasang lift listrik.

Proyek pemukiman Israel mengancam penempatan kuasa pendudukan pada sejumlah situs bersejarah di dekat Masjid Ibrahimi dan pecabutan kuasa bangunan dan perencanaan dari Kotamadya Hebron.

Pendudukan Israel berusaha memberikan karakteristik Yahudi terhadap berbagai lini kehidupan publik, sejarah, dan warisan Palestina, setelah studi ilmiah dan sejarah telah membuktikan ketidakabsahan narasi Yahudi tentang haknya di Palestina. Pendudukan Israel kemudian memalsukan sejarah dan warisan Palestina demi manfaatnya sendiri, melegitimasi pendudukan Israel di tanah Palestina.

(T.FJ/S: Palinfo)

leave a reply