Di Hadapan Para Pemimpin Dunia, Raja Yordania Angkat Isu Penggusuran Rumah Warga Palestina

Abdullah II juga mengajak dunia untuk ikut berpartisipasi dalam menciptakan perdamaian di Palestina melalui solusi dua negara.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Fri,24 Sep 2021,03:41 PM

New York, SPNA - Raja Yordania, Abdullah II, Rabu (22/09/2021), menyampaikan pidatonya secara virtual dalam forum Sidang ke-76 Majelis Umum PBB. Salah satu poinnya adalah protes terhadap penggusuran rumah warga Palestina yang terus dilakukan Israel.

Raja Abdullah mengatakan bahwa "kemitraan global merupakan persyaratan penting untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel." Dia menambahkan dengan mengharukan, "Berapa banyak rumah yang akan dihancurkan, dan berapa banyak anak yang akan mati sampai dunia tersadar?"

Menurut Raja berusia 59 tahun tersebut, "keamanan untuk Palestina dan Israel hanya dapat dicapai melalui perdamaian yang adil berdasarkan solusi dua negara."

Ia juga menegaskan bahwa negaranya "akan terus bekerja untuk mempertahankan status hukum Yerusalem dan tempat-tempat sucinya."

Selain soal Palestina, Raja Abdullah juga menyentuh beberapa masalah lainnya, terutama, tantangan Corona, krisis di Lebanon, pengungsi dan perang melawan terorisme.

Majelis Umum PBB sedang menggelar sidang yang ke- 76 di New York, antara 21-27 September. Pemimpin dunia diberikan kesempatan untuk menyampaikan pidatonya. Termasuk Presiden Indonesia, Joko Widodo. Dari beberapa isu yang diangkat, Jokowi ikut mengkritik sikap dunia yang seolah tidak memperhatikan apa yang terjadi di Palestina.

"Potensi praktik kekerasan dan marjinalisasi perempuan di Afghanistan, kemerdekaan Palestina yang semakin jauh dari harapan, serta krisis politik di Myanmar harus menjadi agenda kita bersama." Ucapnya dalam pidato virtual, Rabu (23/09/2021).

(T.HN/S: i24news.tv)

leave a reply