American Muslim for Palestine: Israel adalah Parasit Pengisap Darah Amerika

Direktur eksekutif American Muslim for Palestine, Osama Abuirshaid, menegaskan, semakin banyak orang Amerika tahu tentang Israel, semakin benci mereka pada negara itu.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,28 Sep 2021,11:47 AM

Chicago, SPNA - Direktur eksekutif American Muslim for Palestine, Osama Abuirshaid, menyebut Israel sebagai parasit yang mengisap darah Amerika. Pernyataan ini ia lontarkan dalam sebuah sesi wawancara di Yarmouk TV Yordania pada 22 September lalu. Tak hanya itu, ia juga menegaskan bahwa tuduhan anti-Semitisme “tidak lagi berpengaruh.”

Berbicara tentang penghapusan dana untuk sistem pertahanan udara Iron Dome Israel dari undang-undang anggaran AS baru-baru ini, Abuirshaid mengatakan, “Kami menyaksikan ada tekanan pada kekuatan yang mendukung Palestina dalam Partai Demokrat.”

Mayoritas basis Demokrat “lebih mendukung Palestina daripada Partai Republik,” ungkapnya, dan banyak orang Yahudi Amerika juga lebih mendukung Palestina.

 “Konsep dukungan mereka sangat berbeda dengan negara-negara Arab, Timur, atau di sini (Yordania). Ini tidak berarti bahwa mereka ingin kembali ke sumber masalah dan melihat Palestina, yang terbentang dari sungai Yordan sampai laut Mediterania, sebagai tanah yang diduduki. Namun, mereka percaya bahwa orang-orang Palestina berhak untuk hidup,” tuturnya

Israel modern, lanjutnya, tidak lebih “mewakili wajah buruk diskriminasi rasial, apartheid.”

“Israel telah menjadi isu partisan. Tidak ada lagi konsensus politik tentang Israel. Mengkritik Israel tidak lagi sama dengan bunuh diri politik,” ungkap Abuirshad.

Negara Yahudi tersebut, katanya, ”adalah parasit yang hidup dalam tubuh bangsa Amerika. Amerika sedang mengalami krisis ekonomi, menderita secara strategi, dan sengsara di banyak tempat di dunia – Afganistan, Timur Tengah, dan tempat lainnya, sebab ia ingin memusatkan energinya pada Cina yang sedang naik daun. Namun, Israel menarik kembali Amerika, mengisap darahnya, dan memecah perhatiannya,”

Abuirshaid mengakui bahwa pernyataannya ini akan menimbulkan tuduhan anti-Semitisme, namun baginya tuduhan itu tak lagi penting.

“Ini adalah fakta. Apa yang saya katakan akan dianggap anti-Semitisme, dan saya akan dianggap anti-Semitisme. Namun tuduhan ini tak lagi berpengaruh, sebab tuduhan-tuduhan itu ilegal. Beberapa kota di Amerika kekurangan listrik dan air bersih, namun kami memiliki 1 milyar dolar untuk diberikan kepada Israel - di atas $3,8 miliar yang kami berikan kepada Israel setiap tahun – sehingga ini bisa mengembangkan apa yang disebut Iron Dome dan terus membunuh rakyat Palestina dengan rudal Amerika,’ katanya.

Abuirshad memperkirakan, dukungan untuk Israel akan terus menurun di Amerika Serikat. “Semakin banyak orang Amerika tahu tentang Israel, semakin benci mereka pada negara itu,” tuturnya.

(T.RA/S: JNS)

leave a reply