Euro-Med: 97 Persen Air di Jalur Gaza Tidak Layak Konsumsi

Setidaknya, 12 persen kematian anak-anak dan balita di Jalur Gaza berkaitan dengan penyakit usus yang berhubungan dengan air yang terkontaminasi.

BY 4adminEdited Wed,06 Oct 2021,05:12 PM

Yerusalem, SPNA - Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia, Euro-Mediterania Monitor, sebagaimana dilansir dari RT Arabic pada Senin (04/10/2021), menyatakan bahwa akibat blokade berkepanjangan yang diterapkan oleh pendudukan Israel, sebanyak 97 persen air di Jalur Gaza, Palestina, tidak layak untuk dikonsumsi.

Dalam sebuah pernyataan bersama dengan Institut Internasional untuk Air, Lingkungan dan Kesehatan (GIWEH), Euro-Mediterania menegaskan bahwa penduduk di Jalur Gaza yang diblokade secara perlahan-lahan mulai teracuni.

Kedua organisasi internasionla tersebut menyatakan, dalam pertemuan ke-48 Dewan Hak Asasi Manusia, bahwa krisis bahan bakar dan pemadaman listrik yang terus-menerus dilakukan otoritas pendudukan Israel telah menghambat pengoperasian sumur air dan pabrik pengolahan limbah, sehingga menyebabkan pembuangan sekitar 80 persen dari limbah yang tidak diolah di Gaza ke laut, sementara 20 persen sisanya merembes ke air tanah.

Pejabat Program dan Komunikasi Euro-Mediterania, Mohamed Shehadeh, menambahkan bahwa agresi militer Israel semakin memperburuk kondisi di lapangan yang sudah parah.

“Serangan militer Israel baru-baru ini di Gaza, pada Mei lalu, telah memperparah krisis yang sudah ada, sebagai akibat dari kehancuran besar-besaran yang ditimbulkannya yang berdampak pada infrastruktur di seluruh provinsi di Jalur Gaza,” ujar Mohammed Shehadeh.

Ia menunjukkan bahwa sekitar seperempat dari penyakit yang tersebar di Jalur Gaza disebabkan karena pengaruh polusi air.

“12 persen kematian anak-anak dan balita berkaitan dengan penyakit usus yang berhubungan dengan air yang terkontaminasi,” sebut Mohammed Shehadeh.

(T.FJ/S: RT Arabic)

leave a reply