Mahasiswa California Sahkan RUU yang Menuntut agar Bantuan ke Israel Hormati Hak Palestina

RUU ini juga didukung oleh semua anggota badan serikat pekerja. Wakil Presiden Serikat Pekerja, Zoe Hayes, mengatakan bahwa RUU tersebut sangat moderat.

BY 4adminEdited Sun,10 Oct 2021,11:39 AM

California, SPNA - Persatuan Mahasiswa Universitas California (ASUC), Berkeley, sebagaimana dilansir dari Palinfo, pada Sabtu (09/10/2021), mengesahkan undang-undang yang menuntut agar bantuan keuangan yang diberikan kepada Israel tidak digunakan dalam proyek perluasan permukiman ilegal di wilayah Palestina atau penangkapan anak-anak.

Persatuan mahasiswa mengesahkan RUU ASUC 21/22-019 SR, yang mendukung RUU lain No. 2590, yang diajukan anggota Kongres Amerika Serikat, Betty McCollum, dengan judul "Membela Hak Asasi Manusia Anak-anak Palestina dan Keluarga yang Hidup di bawah Hukum Pendudukan Militer Israel".

ASUC merupakan salah satu persatuan mahasiswa terbesar di Amerika Serikat baik dari jumlah mahasiswa dan anggaran, di mana mencakup sekitar 42.000 mahasiswa, yang 11.000 di antaranya adalah mahasiswa pascasarjana.

Pengesahan RUU yang dilakukan ASUC merupakan bagian dari serangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh para pendukung hak Palestina di Amerika, sebagai langkah dan upaya untuk mendapatkan tanda tangan lebih banyak anggota Kongres Amerika untuk mensponsori RUU tersebut.

RUU tersebut saat ini telah didukung oleh sekitar 30 anggota Kongres.

Kegiatan penandatanganan RUU tersebut termasuk pelaksanaan demonstrasi di depan kantor anggota Kongres di sejumlah kota di Amerika Serikat untuk menuntut mereka mendukung RUU, yang akan mengikat bantuan keuangan ke Israel dengan menghormati hak-hak nasional rakyat Palestina.

Keputusan tersebut termasuk mengalokasikan sumber keuangan untuk menekan anggota Kongres agar mendukung RUU No. 2590, menjadi tuan rumah bagi “kegiatan berbasis masyarakat sipil”, termasuk kampanye melalui media sosial, telepon, menyediakan sumber dana bagi mahasiswa, dan untuk mengoreksi informasi salah tentang isu Palestina.

Proposal untuk mengabaikan persyaratan pemberitahuan publik RUU tersebut disetujui dalam satu pekan, sehingga perlu segera disahkan.

Beberapa pernyataan juga dikeluarkan oleh sejumlah organisasi yang berafiliasi dengan etnis minoritas, mulai dari sejumlah asosiasi mahasiswa, hingga “Persatuan Mahasiswa Kulit Hitam”, bahwa mereka menyambut sikap Lembaga ASUC sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.

Wakil kepala urusan luar negeri Persatuan Mahasiswa California, Rhea Master, yang mendukung RUU ini berkata bahwa rancangan ini harus segera disahkan.

“Menunggu selama seminggu mungkin tidak terasa lama bagi kami, tetapi bagi orang-orang yang hidupnya selalu dalam bahaya, akan menjadi waktu yang lama,” ungkap Rhea Master.

Sementara itu, RUU ini juga telah didukung oleh semua anggota badan serikat pekerja. Wakil Presiden Serikat Pekerja, Zoe Hayes, mengatakan bahwa RUU tersebut sangat moderat.

“RUU ini tidak mengatakan bahwa Israel tidak pantas ada, tetapi menyatakan bahwa Palestina memiliki hak untuk tetap aman,” sebut Zoe Hayes.

(T.FJ/S: Palinfo)

leave a reply