Dubes AS untuk PBB Sebut Pembangunan Permukiman Ilegal Israel Sudah Mencapai Titik Kritis

"Penolakan AS terhadap perluasan pemukiman sudah berlangsung sejak beberapa dekade lalu. Tetapi praktik ini telah mencapai titik kritis, dan bahkan dapat merusak kelangsungan solusi dua negara."

BY 4adminEdited Thu,02 Dec 2021,12:53 PM

New York, SPNA - Duta Besar Amerika Serikat (Dubes AS) untuk PBB Linda Thomas-Greenfield, Selasa (30/11/2021), mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat Palestina telah "mencapai titik kritis".

Pernyataan tersebut disampaikan pada pertemuan bulanan Dewan Keamanan tentang konflik Israel-Palestina. Itu merupakan pertemuan pertamanya sejak kembali dari kunjungan ke Timur Tengah awal bulan ini di mana dia bertemu dengan para pemimpin Israel, Palestina dan Yordania.

"Penolakan AS terhadap perluasan pemukiman sudah berlangsung sejak beberapa dekade lalu. Ini bukan hal baru bagi kami. Tetapi praktik ini telah mencapai titik kritis, dan sekarang bahkan merusak kelangsungan solusi dua negara yang sedang diperjuangkan." Ucap Linda.

Perlu diketahui, bulan lalu, Israel kembali menyetujui rencana untuk membangun sekitar 3.000 unit rumah permukiman ilegal untuk warga Yahudi. Kebijakan itu mendapatkan kritikan keras dari Pemerintahan Biden sampai saat ini.

Saat bertemu dengan pejabat Palestina, Linda mengaku banyak mendengar cerita tentang pemukim Israel yang menyerang warga Palestina, menjarah rumah mereka dan menghancurkan properti mereka di Tepi Barat. Duta AS tersebut menilai bahwa ini adalah masalah yang telah saya diskusikan panjang lebar dengan rekan-rekan Israel saya.

Dia menambahkan, "banyak keluarga Palestina mengatakan kepada saya tentang ketakutan mereka diusir dari rumah mereka karena hampir tidak mungkin untuk mendapatkan izin bangunan dalam situasi pemerintah Israel ingin melakukan perluasan permukiman.

(T.HN/S: Ar.timesofisrael.com)

leave a reply