Rusia: Tidak Ada Solusi Baru Bagi Palestina-Israel Tanpa Negosiasi

“Kami tidak dapat mendukung langkah sepihak, terutama menyangkut tindakan Israel yang saat sedang memperluas aktivitas permukiman (ilegal), yang tidak didukung oleh siapa pun, baik itu perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Rusia telah mengutuknya. Ini adalah Kuartet Internasional yang dapat melakukan lebih banyak upaya untuk melanjutkan negosiasi langsung antara kedua pihak,” ungkap Lavrov.

BY 4adminEdited Thu,16 Dec 2021,12:47 PM

Moskow, SPNA - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, pada Selasa (14/12/2021), menyatakan bahwa tidak ada solusi baru bagi penyelesaian konflik Palestina-Israel kecuali kedua belah pihak kembali melakukan negosiasi langsung berdasarkan resolusi internasional.

Lavrov mengatakan dalam sebuah wawancara, yang teksnya diterbitkan di situs Kementerian Luar Negeri Rusia, untuk menanggapi pertanyaan tentang apakah Moskow sedang mencoba menemukan solusi baru untuk masalah Timur Tengah.

Rusia menyebut ada solusi baru kecuali dimulainya kembali negosiasi langsung di Timur Tengah, berdasarkan dasar hukum internasional yang disahkan oleh Majelis Umum PBB dan Dewan Keamanan PBB, yang tidak dibantah oleh siapa pun. Salah satu yang tidak dapat dibantah oleh siapa pun adalah solusi dua negara dengan kesepakatan terkait semua masalah status akhir.

“Kami tidak dapat mendukung langkah sepihak, terutama menyangkut tindakan Israel yang saat sedang memperluas aktivitas permukiman (ilegal), yang tidak didukung oleh siapa pun, baik itu perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Rusia telah mengutuknya. Ini adalah Kuartet Internasional yang dapat melakukan lebih banyak upaya untuk melanjutkan negosiasi langsung antara kedua pihak,” ungkap Lavrov.

Rusia juga menunjukkan bahwa di antara langkah-langkah sepihak lainnya yang ditentang Rusia adalah upaya untuk mengubah status historis Masjid Al-Aqsha, tindakan yang secara paksa menyita dan menghancurkan tanah serta rumah Palestina.

“Hal ini harus segera ditinggalkan,” sebut Lavrov.

Ia menambahkan bahwa Rusia bersikeras mengadakan pertemuan Kuartet Internasional di tingkat menteri dan mencatat bahwa upaya bersama untuk mengakhiri permasalahan di bidang ini diperlukan, di mana Rusia menyebut bahwa tindakan yang sudah dilakukan tidak lagi cukup.

Terkait pertemuan baru-baru ini dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dan mantan pemimpin Fatah, Muhammad Dahlan, Lavrov menekankan perlunya memulihkan persatuan nasional Palestina.

“Saya yakin bahwa memulihkan persatuan Palestina sangat penting, setidaknya ada dua alasan. Pertama, jika kita berbicara tentang esensi dari penyelesaian Palestina-Israel, dengan memulihkan persatuan orang-orang Palestina dapat memperkuat posisi mereka dalam negosiasi. Dan kedua, memulihkan persatuan Palestina hanya bergantung pada Palestina, Israel maupun negara-negara Barat tidak dapat menghalangi hal tersebut,” sebut Lavrov.

Lavrov menegaskan dukungan dan upaya Mesir dalam memulihkan persatuan Palestina. Ia berharap negara-negara Arab lain juga dapat mengambil peran dalam upaya ini.

(T.FJ/S: RT Arabic)

leave a reply
Posting terakhir
Abu Sitta: Tidak ada perdamaian tanpa pengembalian hak warga Palestina

Abu Sitta: Tidak ada perdamaian tanpa pengembalian hak warga Palestina

Salman Abu Sitta, anggota Dewan Penasihat Pengembalian Palestina, mengatakan bahwa tidak ada perdamaian tanpa ada jaminan atas pengembalian hak-hak warga Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan kembali ke tanah air mereka sebagaimana yang telah dinyatakan secara berulang dalam resolusi PBB.