Pemukim Israel Dirikan Pos Permukiman Ilegal Baru di Jericho

“Para pemukim membangun pagar di sekitar pos permukiman terdepan, membawa domba dan tangki air, dengan tujuan mengendalikan area penggembalaan yang lebih besar dan membatasi pergerakan dan penggembalaan penduduk Badui Palestina di kawasan sekitar itu,” sebut Kaabneh.

BY 4adminEdited Mon,03 Jan 2022,12:51 PM

Jericho, SPNA - Pemukim ekstremis yahudi Israel, pada Minggu (02/01/2022), mendirikan sebuah pos permukiman ilegal terdepan baru di daerah Al-Ma'arjat, barat laut Jericho, Tepi Barat yang diduduki.

Aktivis media Palestina, Fares Kaabneh, mengatakan bahwa gerombolan ekstrimis Yahudi, Shabab At-Tilal atau Pemuda Puncak Bukit, telah mendirikan pos permukiman terdepan yang dimulai dengan pendirian tenda, yang bertujuan untuk mengontrol kawasan luas di Ghouri dan Shafa Goriya.

“Para pemukim membangun pagar di sekitar pos permukiman terdepan, membawa domba dan tangki air, dengan tujuan mengendalikan area penggembalaan yang lebih besar dan membatasi pergerakan dan penggembalaan penduduk Badui Palestina di kawasan sekitar itu,” sebut Kaabneh.

Kaabneh menunjukkan bahwa gerombolan pemukim Pemuda Puncak Bukit telah mendirikan sejumlah pos permukiman terdepan di Al-Taybeh, Deir Jarir, dan Kafr Malik, timur Ramallah, dan di Provinsi Al-Bireh.

Shabab At-Tilal atau Pemuda Puncak Bukit merupkan kelompok pemukiman Zionis ekstremis, yang sebagian besar anggotanya tinggal di pos permukiman terdepan di Tepi Barat yang diduduki. Mereka tinggal di lahan pertanian dan bangunan individu di kawasan terbuka di luar permukiman resmi.

Pengikut kelompok ini percaya pada “Tanah Besar Israel”, dan menganggap bahwa penduduk Palestina adalah penyusup yang harus diusir, sehingga mereka kerap melakukan serangan terhadap penduduk Palestina.

(T.FJ/S: Palestina Today)

leave a reply
Posting terakhir

Israel Dirikan Pos Pemukiman Baru di Selatan Hebron

Kepala dewan desa Zanuta, Fayez al-Tal, menegaskan bahwa desakan pendudukan Israel untuk menghancurkan desa Zanuta datang dengan tujuan menggusur penduduknya dan mengambil kendali penuh desa dengan tujuan memperluas pemukiman Israel.