Selama 2021: 94 Penduduk Palestina Tewas, 11.092 Lainnya Terluka, di Tepi Barat dan Yerusalem

Laporan menyebutkan jumlah rumah Palestina yang dihancurkan otoritas pendudukan Israel mencapai 317 unit, jumlah penyerangan terhadap tempat-tempat ibadah dan tempat-tempat suci Palestina mencapai 387. Sementara jumlah bangunan lain yang dihancurkan seperti toko, sarana pertanian, barak dan lain-lain mencapai 830.

BY 4adminEdited Wed,05 Jan 2022,03:22 PM

Yerusalem, SPNA - Pelanggaran yang dilakukan pasukan pendudukan Israel dan gerombolan pemukimnya terhadap penduduk Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem meningkat. Kejahatan pendudukan Israel, sebagaimana dilansir Palinfo, pada Selasa (04/01/2022), berlipat ganda selama tahun 2021 dan merupakan pelanggaran tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Dalam laporan tahunannya, kantor media Hamas di Tepi Barat mencatat pelanggaran yang dilakukan otoritas pendudukan Israel di Tepi Barat dan Yerusalem yang diduduki (34.017), baik pelanggaran yang dilakukan oleh pasukan pendudukan, pemukim, pelanggaran terhadap piagam, undang-undang, dan perjanjian internasional.

Laporan tersebut mendokumentasikan kematian 94 penduduk Palestina, 11.092 terluka, dan 5.286 lainnya ditangkap. Angka ini merupakan bukti jelas terhadap aksi kriminalitas otoritas pendudukan Israel dan kebijakan agresif yang menargetkan penduduk Palestina.

Berdasarkan laporan, jumlah serangan pemukim berjumlah 1.032, dan jumlah serangan berupa aksi penembakan yang dilakukan oleh tentara pendudukan dan pemukim mencapai 2.502.

Laporan menjelaskan bahwa jumlah serangan ke berbagai wilayah di Tepi Barat dan Yerusalem berjumlah 4.084 serangan, sedangkan jumlah pos pemeriksaan militer tetap dan sementara di berbagai wilayah Tepi Barat dan Yerusalem mencapai 4.210.

Laporan menyebutkan jumlah rumah Palestina yang dihancurkan otoritas pendudukan Israel mencapai 317 unit, jumlah penyerangan terhadap tempat-tempat ibadah dan tempat-tempat suci Palestina mencapai 387. Sementara jumlah bangunan lain yang dihancurkan seperti toko, sarana pertanian, barak dan lain-lain mencapai 830.

Beberapa bangunan dihancurkan oleh pemiliknya sendiri di bawah paksaan Israel untuk menghindari pembayaran denda yang tinggi kepada otoritas pendudukan. Jumlah harta benda Palestina yang dicuri mencapai 224 kasus, mulai dari pencurian uang, berbagai peralatan, dan kendaraan.

Kota Yerusalem yang diduduki mencatat puncak serangan Israel, di mana jumlah pemukim Israel yang menyerbu Masjid Al-Aqsha mencapai 28.013, dan jumlah penduduk Palestina yang dideportasi dari Al-Aqsha meningkat menjadi 348.

Jumlah tahanan Palestina di Yerusalem juga meningkat dari empat tahun terakhir, mencapai 1.664, dan jumlah rumah Palestina yang dihancurkan mencapai 135 unit, dan ratusan rumah lainnya yang terancam dihancurkan. Terjadi sebanyak 387 penyerangan terhadap tempat-tempat ibadah dan tempat-tempat suci.

Pada 2021, pasukan pendudukan Israel juga melancarkan perang sengit di Jalur Gaza pada Mei lalu, yang mengakibatkan sekitar 270 penduduk Palestina meninggal dunia, ribuan lainnya terluka, dan ratusan rumah hancur.

Kejahatan pendudukan terhadap penduduk Negev yang diduduki masih terus berlanjut. Pada tahun 2021, desa Al-Araqib dihancurkan puluhan kali.

Otoritas pendudukan Palestina, juga melanjutkan kebijakan rasis terhadap orang-orang Palestina di dalam wilayah pendudukan tahun 1948, di mana terjadi banyak kasus pembunuhan, dan penembakan.

Wilayah Nablus, Yerusalem, Hebron dan Ramallah merupakan wilayah yang paling terkena pelanggaran Israel, di mana masing-masing tercatat sebanyak 8.823 pelanggaran di Nablus, 6.942 pelanggaran di Yerusalem, 3.467 pelanggaran di Hebron, dan 3.164 di Ramallah.

(T.FJ/S: Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir

Israel Tangkap 1.300 Penduduk Palestina di Yerusalem Selama Paruh Pertama 2021

Jumlah penangkapan dalam tiga bulan tersebut berjumlah sekitar 1.280, termasuk 130 anak-anak, yang merupakan 80 persen dari total penangkapan anak-anak. Di antara anak Palestina yang paling muda di antaranya adalah Mahmoud Abu Juma'a dan Muhammad Raja'i Khweis, dua anak Palestina yang umurnya tidak lebih dari 11 tahun. Pasukan pendudukan Israel juga menangkap 21 perempuan.