Sepanjang 2021, Israel Menangkap 178 Perempuan Palestina

Otoritas pendudukan Israsel menargetkan perempuan dan anak gadis Palestina dari semua jenjang umur. Mereka tidak mengecualikan anak di bawah umur, orang tua, jurnalis, orang sakit, dan terluka, serta tahanan yang baru dibebaskan.

BY 4adminEdited Mon,10 Jan 2022,02:55 PM

Ramallah, SPNA - Pusat Studi Tahanan Palestina, sebagaimana dilansir Palinfo, pada Minggu (09/10/2022), mengkonfirmasi bahwa otoritas pendudukan Israel terus menargetkan penangkapan perempuan Palestina atau memanggil mereka untuk penyelidikan selama rentang 2021.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan Pusat Studi Tahanan Palestina, tercatat penangkapan sebanyak 178 perempuan selama tahun 2021. Hal ini meningkat 32 persen dibandingkan pada tahun 2020.

“Otoritas pendudukan Israsel menargetkan perempuan dan anak gadis Palestina dari semua jenjang umur. Mereka tidak mengecualikan anak di bawah umur, orang tua, jurnalis, orang sakit, dan terluka, serta tahanan yang baru dibebaskan,” sebut Pusat Studi Tahanan Palestina

Pusat Studi Tahanan Palestina mengklarifikasi bahwa tujuan di balik penangkapan ini adalah untuk mencegah perempuan Palestina berpartisipasi dalam kegiatan aksi damai, perlawanan atau komunitas apa pun yang mendukung perjuangan Palestina, berkontribusi terhadap Masjid Al-Aqsha, dan melakukan penentangan terhadap kebijakan kriminal otoritas pendudukan Israel, meskipun hanya dengan menulis dan menyampaikan pendapat mereka di media sosial.

“Kebijakan penangkapan perempuan Palestina adalah kebijakan lama yang dimulai pada awal pendudukan Palestina. Tidak terbatas pada waktu tertentu, tetapi justru semakin meningkat selama Intifada Al-Aqsha dengan berbagai tuduhan dan dalih, sebagai bentuk hukuman kolektif. Dalam banyak kasus, mereka ditangkap untuk dijadikan alat untuk memeras dan tawar-menawar, untuk memaksa kerabat yang dicari otoritas pendudukan Israel menyerahkan diri atau untuk menekan tahanan Palestina untuk memberikan pengakuan dan informasi,” kata Riyad Al-Ashkar, Direktur Pusat Studi Tahanan Palestina.

Al-Ashqar mengungkapkan bahwa otoritas pendudukan Israel menangkap sejumlah perempuan tua dan gadis di bawah umur. Di antara yang termuda adalah Nafth Hammad (14 tahun) asal Yerusalem. Ia ditangkap setelah badan intelijen pendudukan Israel menyerbu sekolahnya di lingkungan Sheikh Jarrah, Israel juga menangkap kawannya Israa Ghatit (15 tahun). Otoritas pendudukan Israel menduduh mereka berusaha melakukan “Operasi Tikam”.

(T.FJ/S: Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir

Israel Telah Menangkap 130 Perempuan Palestina Sejak Awal 2021

Komite Narapidana menunjukkan bahwa berdasarkan angka yang telah didokumentasikan, otoritas pendudukan Palestina telah menangkap lebih dari 17.000 wanita Palestina sejak tahun 1967, termasuk anak-anak perempuan di bawah umur, para pelajar, ibu, perempuan yang sedang sakit atau terluka, dan wanita hamil, tanpa menghargai privasi dan kebutuhan khusus mereka.