Paruh Pertama 2022, Israel Lakukan 479 Kasus Kejahatan terhadap Jurnalis

Data statistik yang diungkapkan laporan tersebut menunjukkan bahwa kasus pelanggaran dan kejahatan bervariasi mulai dari penahanan, penolakan liputan (dengan jumlah kasus terbesar dengan 175 kasus), pembunuhan dengan sengaja, penangkapan, dan penembakan (35 peluru menembus tubuh wartawan).

BY 4adminEdited Sun,21 Aug 2022,01:43 PM

Ramallah, SPNA - Perserikatan Jurnalis Palestina, pada Jumat (19/08/2022), menyebutkan bahwa pasukan pendudukan Israel telah melakukan sebanyak 479 pelanggaran dan kejahatan terhadap jurnalis Palestina dalam enam bulan pertama tahun ini.

Sebuah laporan yang dikeluarkan Perserikatan Jurnalis Palestina menyatakan bahwa Komite Kebebasan Perserikatan Jurnalis telah mencatat sebanyak 479 pelanggaran pada paruh pertama tahun ini.

“Kejahatan yang paling mengerikan adalah pembunuhan Shireen Abu Aqleh, jurnalis Al-Jazeera,” sebut Perserikatan Jurnalis Palestina dalam laporan mereka.

Data statistik yang diungkapkan laporan tersebut menunjukkan bahwa kasus pelanggaran dan kejahatan bervariasi mulai dari penahanan, penolakan liputan (dengan jumlah kasus terbesar dengan 175 kasus), pembunuhan dengan sengaja, penangkapan, dan penembakan (35 peluru menembus tubuh wartawan).

Selain itu, laporan juga menyebutkan menambahkan bahwa awak jurnalis menjadi sasaran larangan bepergian, pemukulan, dan pelanggaran lain yang bertujuan mencegah jurnalis untuk meliput kejahatan pasukan pendudukan Israel.

“Frekuensi pelanggaran meningkat secara kronologis, di mana jumlah pelanggaran pada kuartal pertama tahun ini tercatat sebanyak 192, sementara 287 pelanggaran tercatat pada kuartal kedua,” sebut laporan Perserikatan Jurnalis Palestina.

Data statistik yang disajikan dalam “Wartawan Palestina” menunjukkan insiden tinggi serangan gerombolan pemukim Israel terhadap jurnalis Palestina dengan serangan yang mencolok atas perlindungan tentara pendudukan Israel.

“Pasukan pendudukan Israel tidak membedakan antara jurnalis laki-laki maupun perempuan dalam mempratikkan kekerasan, di mana 14 persen jurnalis perempuan menjadi target pelanggaran, di antaranya adalah kasus pembunuhan dua jurnalis perempuan dengan sengaja: Shireen Abu Aqleh, Ghufran Warasneh,” sebut laporan Perserikatan Jurnalis Palestina.

Laporan menjelaskan bahwa kota Yerusalem menempati urutan perama dalam jumlah pelanggaran, dengan 131 pelanggaran atau sebanyak 30 persen dari total pelanggaran pasukan pendudukan Israel. Selanjutnya, diikuti oleh provinsi Hebron (selatan Tepi Barat) dan Nablus (utara Tepi Barat).

(T.FJ/S: Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir

Israel Tangkap 1.300 Penduduk Palestina di Yerusalem Selama Paruh Pertama 2021

Jumlah penangkapan dalam tiga bulan tersebut berjumlah sekitar 1.280, termasuk 130 anak-anak, yang merupakan 80 persen dari total penangkapan anak-anak. Di antara anak Palestina yang paling muda di antaranya adalah Mahmoud Abu Juma'a dan Muhammad Raja'i Khweis, dua anak Palestina yang umurnya tidak lebih dari 11 tahun. Pasukan pendudukan Israel juga menangkap 21 perempuan.