Pemukim Israel Dirikan Karavan dan Tenda di Desa Al-Rashayida Betlehem

Betlehem dihuni oleh mayoritas muslim. Namun, juga merupakan rumah bagi penganut Kristen Palestina. Kawasan Palestina di Tepi Barat, termasuk Betlehem menghadapi pelanggaran terus menerus yang dilakukan otoritas pendudukan Israel, dengan tujuan untuk mengambil alih tanah Palestina lebih luas.

BY 4adminEdited Sun,25 Sep 2022,01:51 PM

Bethlehem, SPNA - Pemukim Israel, pada Minggu (25/09/2022), mendirikan rumah mobil karavan dan sejumlah tenda, di desa Al-Rashayida, sebelah timur Betlehem.

Kepala Dewan Desa Al-Rashayida, Juma Al-Rashayida, mengatakan bahwa seorang pemukim Israel telah mendirikan sebuah unit mobil karavan dan enam tenda, di samping dua tangki air di daerah Wadi Al-Hassana.

Juma Al-Rashayida menunjukkan bahwa pasukan pendudukan Israel mencegah para gembala Palestina mencapai padang rumput di daerah itu.

Juma Al-Rashayida menunjukkan bahwa gerombolan pemukim Israel telah membangun jalan ke daerah itu dan telah meratakan tanah sebelumnya.

Betlehem berada di bawah kekuasaan Yordania selama Perang Arab-Israel pada 1948 dan kemudian direbut dan dirampas otoritas pendudukan Israel dalam Perang Enam Hari pada 1967. Sejak Perjanjian Oslo 1995, Betlehem dikelola oleh Otoritas Palestina.

Betlehem dihuni oleh mayoritas muslim. Namun, juga merupakan rumah bagi penganut Kristen Palestina. Kawasan Palestina di Tepi Barat, termasuk Betlehem menghadapi pelanggaran terus menerus yang dilakukan otoritas pendudukan Israel, dengan tujuan untuk mengambil alih tanah Palestina lebih luas.

Pasukan pendudukan Israel terus-menerus menghancurkan dan membuldoser rumah dan lahan pertanian penduduk Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem yang diduduki. Otoritas pendudukan Israel dan pemukim Israel berniat untuk terus merampas tanah-tanah Palestina di Tepi Barat.

Berdasarkan hukum internasional, Tepi Barat dan Yerusalem merupakan wilayah pendudukan, dan semua kegiatan pembangunan permukiman di atas tanah Palestina tersebut adalah tindakan ilegal dan bertentangan dengan hukum internasional.

(T.FJ/S: WAFA)

leave a reply
Posting terakhir

Buldoser Pendudukan Hancurkan Barak dan Tenda di Timur Betlehem

Desa Kisan dalam beberapa waktu terakhir mengalami perampasan tanah besar-besaran, seperti penghentian pembangunan sebuah sekolah dan perampasan sebagian besar tanahnya. Semuanya akibat proyek permukiman yahudi yang dilancarkan pendudukan. Terakhir adalah pengiriman pemberitahuan Israel untuk menghentikan pembangunan dua rumah yang sedang dibangun.