Pelapor Khusus PBB: Pendudukan Israel Adalah Ilegal dan Kejahatan Kolonialisme Pemukim

Albanese mempresentasikan laporannya kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan menyimpulkan bahwa pendudukan Israel telah melanggar kedaulatan Palestina atas tanah mereka dengan cara merebut penduduk sipilnya (menggantikannya dengan pemukim Israel), mencaplok tanah, memecah-belah, dan memindahkan mereka.

BY 4adminEdited Sat,29 Oct 2022,12:15 PM

New York, SPNA - Pelapor Khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki, Francesca Albanese, pada Kamis (280/10/2022), mengatakan bahwa pendudukan Israel adalah ilegal dan tidak dapat dibedakan dari kolonialisme pemukim. Ia menyatakan bahwa pendudukan Israel harus diakhiri sebagai prasyarat bagi penduduk Palestina untuk menggunakan hak mereka untuk menentukan nasib sendiri.

“Selama lebih dari 55 tahun, otoritas pendudukan Israel telah mencegah pelaksanaan hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Palestina, melanggar setiap komponen hak tersebut, dan dengan secara sengaja berusaha untuk menghapus karakter Palestina dari wilayah yang diduduki,” kata Francesca Albanese.

Albanese mempresentasikan laporannya kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan menyimpulkan bahwa pendudukan Israel telah melanggar kedaulatan Palestina atas tanah mereka dengan cara merebut penduduk sipilnya (menggantikannya dengan pemukim Israel), mencaplok tanah, memecah-belah, dan memindahkan mereka.

Laporan tersebut menekankan bahwa masyarakat internasional telah gagal menyelesaikan konflik Palestina-Israel tanpa kecuali. Francesca Albanese menyerukan perubahan paradigma, yang menjauh dari narasi “konflik” antara Israel-Palestina dan mengakui “kejahatan pendudukan, isolasi, dan penindasan pemukim kolonial yang dilakukan secara sengaja”.

Albanese mendesak masyarakat internasional untuk mengutuk kejahatan permukiman kolonial pendudukan Israel. Ia menuntut segera diakhirinya pendudukan ilegal, dan menyeru Israel untuk menarik tentara militernya.

“Diskusi untuk menghasilkan solusi politik hanya dapat dimulai setelah pendudukan ilegal (Israel) dihapus untuk selamanya,” kata Francesca Albanese.

Pelapor Khusus adalah seorang ahli independen yang ditunjuk oleh Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memantau situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki, dan melaporkannya kepada PBB.

Misinya untuk menilai dan melaporkan secara terbuka tentang situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki, dan bekerja sama dengan pemerintah, masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan terkait lainnya untuk meningkatkan kerja sama internasional.

Pelapor Khusus tentang situasi HAM di Palestina melakukan kunjungan atau misi rutin ke wilayah Palestina yang diduduki dan menyerahkan laporan tahunan kepada Dewan Hak Asasi Manusia.

(T.FJ/S: Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir

Palestina Kutuk Kejahatan Pemukim dan Anggapnya Kejahatan Perang

Kementerian Luar Negeri, mengatakan bahwa pelanggaran dan kejahatan Israel yang terus meningkat di wilayah pendudukan Palestina merupakan bentuk terorisme negara yang terorganisir, di mana pasukan pendudukan dan pemukim Israel saling mendukung dalam melecehkan dan mengintimidasi penduduk Palestina.

Hamas: Kunjungan Pompeo ke Pemukiman Ilegal Israel di Tepi Barat dan Golan adalah Kejahatan

Kunjungan Pompeo ini sejalan dengan kebijakan pemerintahan Trump, yang kalah dalam pemilihan presiden Amerika Serikat baru-baru ini. Pada November 2019, Pompeo menyebutkan bahwa Amerika Serikat tidak lagi menganggap permukiman ilegal Israel di Tepi Barat Palestina sebagai bentuk pelanggaran hukum internasional. Perubahan besar kebijakan AS ini membuat warga Palestina marah dan menuai kritik internasional, yang mayoritas menganggap pemukiman tersebut ilegal.