Bombardir Yaman, Ansar Allah: Semua Aset Amerika dan Inggris Jadi Target yang Sah

“Serangan yang terjadi hari ini hanyalah perpanjangan dari kejahatan Amerika-Inggris yang menargetkan angkatan laut Yaman, mendukung agresi Zionis Israel terhadap rakyat Gaza, dan agresi yang telah dilakukan terhadap Yaman sejak Maret 2015, yang pada saat yang sama merupakan perilaku yang tidak tahu malu, kasar, terkutuk, dan tidak bisa diterima,” kata Dewan Politik Tertinggi Yaman.

BY 4adminEdited Sat,13 Jan 2024,05:07 PM

Sanaa, SPNA - Militer Amerika Serikat dan Inggris, pada Jumat (12/01/2024) dini hari, menyerang sejumlah kota di Yaman, termasuk ibukota Yaman Sanaa. Dewan Politik Tertinggi Yaman menyebutkan bahwa serangan yang melanggar kedaulatan Yaman ini membuat semua aset kepentingan Amerika-Inggris telah menjadi target serangan yang sah bagi militer Yaman.

“Agresi Amerika-Inggris yang berbahaya dan terang-terangan yang dilakukan terhadap bangsa (Yaman) ini pada saat fajar hari ini adalah serangan yang tidak sah dan tidak dapat dibenarkan yang melanggar semua hukum internasional dan merupakan ancaman nyata bagi perdamaian dan keamanan internasional,” kata Dewan Politik Tertinggi Yaman.

Amerika Serikat dan Inggris mengklaim melancarkan serangan udara terhadap sejumlah sasaran di Yaman, yang menargetkan sejumlah situs milik militer Yaman, termasuk situs radar, drone, rudal, dan situs pemantauan pantai.

Militer Yaman mengumumkan bahwa Amerika Serikata dan Inggris melakukan 73 serangan yang menargetkan ibu kota Yaman, Sanaa, provinsi Hodeidah, Taiz, Hajjah, dan Saada. Serangan ini membuat lima militer Yaman meninggal dunia dan melukai enam lainnya.

“Serangan yang terjadi hari ini hanyalah perpanjangan dari kejahatan Amerika-Inggris yang menargetkan angkatan laut Yaman, mendukung agresi Zionis Israel terhadap rakyat Gaza, dan agresi yang telah dilakukan terhadap Yaman sejak Maret 2015, yang pada saat yang sama merupakan perilaku yang tidak tahu malu, kasar, terkutuk, dan tidak bisa diterima,” kata Dewan Politik Tertinggi Yaman.

Amerika Serikat bersama Inggris berdalih menyerang Yaman karena militer Yaman mengganggu jalur perdagangan di Laut Merah.

Yaman telah terlibat dalam perang Israel-Palestina di Jalur Gaza sejak 7 Oktober, dengan menembakkan rudal ke arah Israel sendiri dan juga menyerang kapal-kapal Israel di jalur pelayaran penting.

Militer Yaman menyerang semua kapal yang menuju ke Israel, terlepas apapun kewarganegaraannya, dan memperingatkan perusahaan pelayaran internasional agar tidak berurusan dengan pelabuhan Israel. Yaman meyakinkan bahwa semua kapal yang menuju ke pelabuhan di seluruh dunia dapat berlayar dengan bebas, kecuali kapal yang menuju pelabuhan Israel.

Operasi tersebut dilakukan untuk mendukung rakyat Palestina, yang saat ini menjadi sasaran pembunuhan, penghancuran, dan blokade di Jalur Gaza, serta untuk menjawab seruan rakyat Yaman untuk membantu Palestina.

Yaman meminta agar blokade Israel dibuka agar bantuan kemanusiaan dan medis dapat masuk sesuai kebutuhan penduduk Palestina yang saat ini masih terus dibombardir Israel. Selama Israel tidak menghentikan agresi di Jalur Gaza dan membuka Jalur Gaza agar bantuan dapat masuk.

Sementara itu, Israel terus membombardir Jalur Gaza dan melakukan kejahtan genosida terhadap penduduk Gaza. Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, pada Rabu (10/01), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 23.843 orang dan 60.317 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan.

Israel melakukan genosida dengan melakukan pemboman secara brutal terhadap pusat-pusat pemukiman penduduk, tempat ibadah, sekolah, hingga rumah sakit.

(T.FJ/S: Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir