Josep Borrell: Israel Tidak Berhak Memveto Hak Palestina untuk Merdeka

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menyatakan dukungannya terhadap Borrell, yang menyuarakan hak asasi manusia di Jalur Gaza dan kawasan Timur Tengah. Pada Jumat lalu, di Universitas Valladolid Spanyol, yang memberinya gelar doktor kehormatan, Borrell berkata, “Kami percaya bahwa solusi dua negara harus diterapkan untuk mewujudkan perdamaian,”. Ia menuduh Perdana Menteri Israel menolak solusi ini.

BY 4adminEdited Wed,24 Jan 2024,03:28 PM
3.jpg

Brussel, SPNA - Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, pada Selasa (23/01/2024), mengatakan bahwa Israel tidak memiliki veto terhadap pembentukan negara Palestina.

“Saya ingin mengklarifikasi satu hal. Israel tidak memiliki hak untuk memveto hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri. PBB telah berulang kali mengakui hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri. Tidak ada yang bisa mencabut hak tersebut,” kata Josep Borrell.

Borrell membuat pernyataan tersebut setelah pembicaraan yang diadakan oleh para menteri luar negeri Uni Eropa dengan menteri luar negeri Israel, Yisrael Katz, di mana mereka menekankan perlunya Israel menerima solusi dua negara untuk mengakhiri perang dan membawa stabilitas di kawasan.

Israel menolak solusi ini, yang ditegaskan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan menteri israel lainnya. Sementara itu, Yisrael Katz mengatakan bahwa Israel saat ini fokus pada pemulangan tahanan di Gaza dan memastikan keamanannya.

Para menteri Eropa juga bertemu dengan menteri luar negeri Palestina, Riyad Al-Maliki. Riyad Al-Maliki menyerukan gencatan senjata segera di Jalur Gaza dan mendesak Uni Eropa untuk mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi terhadap Netanyahu karena mencegah pembentukan negara Palestina.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menyatakan dukungannya terhadap Borrell, yang menyuarakan hak asasi manusia di Jalur Gaza dan kawasan Timur Tengah. Pada Jumat lalu, di Universitas Valladolid Spanyol, yang memberinya gelar doktor kehormatan, Borrell berkata, “Kami percaya bahwa solusi dua negara harus diterapkan untuk mewujudkan perdamaian,”. Ia menuduh Perdana Menteri Israel menolak solusi ini.

Sementara itu, Israel terus membombardir Jalur Gaza dan melakukan kejahtan genosida terhadap penduduk Gaza. Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, pada Selasa (23/01), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 25.490 orang dan 63.354  lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan.

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa selama 24 jam terakhir, Israel telah melakukan 22 pembantaian terhadap keluarga Palestina di Jalur Gaza, yang membunuh 195 orang dan melukai 354 orang lainnya. Kementerian Kesehatan Palestina mengkonfirmasi bahwa sejumlah korban jiwa masih berada di bawah reruntuhan dan di jalan. Ambulans dan Tim SAR tidak dapat menjangkau mereka.

(T.FJ/S: Aljazeera)

leave a reply