PBB peringatkan kondisi berbahaya pasca pelarangan masuknya gas dan bahan bakar ke Gaza

Gaza, SPNA - PBB telah memperingatkan ancaman kerusakan dramatis atas kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza pasca pelarangan masuknya gas dan bahan bakar melalui penyeberangan ...

BY adminEdited Wed,18 Jul 2018,10:57 AM

Gaza, SPNA - PBB telah memperingatkan ancaman kerusakan dramatis atas kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza pasca pelarangan masuknya gas dan bahan bakar melalui penyeberangan Kerem Shalom sampai hari Minggu, yang dilakukan Israel.

Israel akan terus mengizinkan makanan dan obat-obatan penting untuk melewati penyeberangan komersial utama tersebut secara kasus per kasus.

Pembatasan itu –yang terjadi bersama dengan pelarangan masuknya barang-barang komersial- semakin diperparah dengan penutupan penyeberangan Rafah oleh Mesir.

Israel juga membagi dua zona nelayan Gaza menjadi tiga mil laut.

Hasilnya, 2.000.000 orang Gaza dibiarkan terkurung di daratan, tanpa ada pilihan lain masuknya berbagai barang kebutuhan.

Langkah ini terjadi ketika PBB dan Mesir mendorong terjadinya gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza, dan ketika Israel bersiap untuk berperang - jika perlu - untuk mencegah Hamas dan Jihad Islam meluncurkan roket dan alat pembakar ke wilayah selatan Israel.

Pejuang Palestina di Gaza menembakkan 200 roket dan mortir ke selatan Israel selama akhir pekan.

Koordinator kemanusiaan PBB untuk wilayah Palestina, Jamie McGoldrick, yang mengunjungi Jalur Gaza pada hari Selasa (17/07/2018) mengatakan, “Situasi di Gaza sangat genting. Saya sangat prihatin terhadap pembatasan yang terjadi di penyeberangan Kerem Shalom.”

"Jika ini terus berlanjut, pembatasan ini berisiko memicu penurunan dramatis dalam situasi yang sudah rapuh dan kondisi kemanusiaan yang sangat lemah, terutama untuk sektor kesehatan," kata McGoldrick.

Larangan masuknya bahan bakar ini sangat akan melahirkan banyak masalah, katanya, sebab generator diesel -yang dimiliki secara pribadi oleh warga Gaza- digunakan untuk menutupi kekurangan listrik yang disediakan oleh turbin biasa. Warga Gaza hanya menerima listrik empat jam sehari.

PBB mengatakan bahwa akibatnya, lebih dari 220 fasilitas kesehatan, air, dan sanitasi bergantung pada “bahan bakar darurat yang dibiayai oleh donor untuk generator cadangan listrik guna memberikan layanan yang penting.”

Suplai bahan bakar darurat akan habis dalam waktu sekitar satu minggu, PBB memperingatkan.

“Beberapa langkah lagi kita akan sampai pada situasi yang lebih parah, dengan potensi dampak yang luas, tidak hanya pada warga Palestina di Gaza, tetapi juga di seluruh wilayah Palestina. Setiap orang yang memiliki kemampuan untuk memperbaiki situasi ini harus mengambil langkah untuk mencegah terjadinya eskalasi lebih lanjut, dan mengurangi penderitaan rakyat Palestina di Gaza, ”kata McGoldrick.

Dua belas LSM pada pada Selasa menyerukan Israel untuk mencabut pembatasan Kerem Shalom yang baru saja diberlakukan. Badan-badan itu termasuk Adalah, Amnesty International Israel, Dokter untuk Hak Asasi Manusia Israel, Rabi Hak Asasi Manusia, Yesh Din dan Gisha - Pusat Kebebasan Bergerak.

Menurut Gisha, Israel pada hari Selasa mengembalikkan pengiriman terjadwal dari 38.000 liter solar yang ditujukan untuk UNRWA di Gaza.

Hamas menyebut pembatasan impor Israel di Gaza sebagai "kejahatan terhadap kemanusiaan." Ia memperingatkan bahwa keputusan itu akan memiliki "konsekuensi serius."

Juru bicara Hamas Abdel Latif Kanou mengatakan bahwa keputusan itu mencerminkan "niat jahat" Israel dan berencana untuk "melakukan lebih banyak kejahatan terhadap Palestina."

Kanou menyerukan kepada masyarakat internasional untuk "memecah keheningannya terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel."

Juru bicara Hamas lainnya, Hazem Qassem, juga mengecam keputusan itu sebagai "kejahatan," dengan mengatakan hal itu melanggar semua hukum dan konvensi internasional.

Pembatasan itu, katanya, adalah ungkapan "kebodohan politis" dan tidak akan mempengaruhi perjuangan Palestina dan memutuskan untuk mengejar kebebasan.

Israel memaksakan blokade udara dan laut di Jalur Gaza. Barang dan pejalan kaki hanya dapat masuk dan keluar dari Israel melalui penyeberangan darat di Kerem Shalom dan Erez.

(T.RA/S: JPost)

leave a reply
Posting terakhir