48 Hari mogok makan, kondisi tahanan Khader Adnan semakin memprihatinkan

Jenin, SPNA - Kondisi kesehatan tahanan Palestina Khader Adnan semakin buruk menyusul aksi mogok makannya yang telah berlangsung selama 48 hari ....

BY 4adminEdited Sat,20 Oct 2018,11:32 AM

Jenin, SPNA - Kondisi kesehatan tahanan Palestina Khader Adnan semakin buruk menyusul aksi mogok makannya yang telah berlangsung selama 48 hari berturut-turut, guna memprotes penahanannya yang terjadi secara sewenang-wenang di penjara Israel.

Istri Khader Adnan telah menyatakan keprihatinan atas status kesehatan yang semakin memburuk dan kelalaian medis yang direncanakan oleh otoritas penjara Israel terhadap suaminya.

Dia menambahkan bahwa Adnan tidak bisa berdiri dan bergerak di atas kursi roda.

Yayasan Muhjat al-Quds mengatakan, tahanan Khader Adnan menyatakan mogok makan terbuka-nya sekitar 48 hari lalu sebagai tanggapan atas tindakan sewenang-wenang terhadap dirinya yang terjadi di ruang bawah tanah Israel.

Yayasan telah mencerca taktik penyiksaan Israel, termasuk larangan kunjungan oleh anggota keluarga dan pengacara, yang dilakukan terhadap pelaku mogok makan, yang bertentangan dengan hukum dan perjanjian internasional.

Dalam sebuah surat yang bocor dari penjara dan diterbitkan minggu lalu oleh Yayasan Muhjat al-Quds, Adnan mengatakan bahwa ia telah dikurung di sel yang sangat kecil dan terisolasi di penjara Jalama selama beberapa minggu. Ia tidak boleh dikunjungi oleh. pengacara dan keluarga dan harus menanggung kondisi penahanan yang mengerikan.

Khader Adnan, dari provinsi Jenin, Tepi Barat yang diduduki Utara, diculik oleh pasukan Israel pada 11 Desember 2017 atas tuduhan hasutan anti-pendudukan.

(T.RA/S PIC)

leave a reply