Trump: Saudi tidak mengerti cara menggunakan senjata Amerika

Washington, SPNA - Presiden Amerika, Donald Trump, mengatakan pasukan koalisi ....

BY 4adminEdited Tue,06 Nov 2018,02:02 PM

Washington, SPNA - Presiden Amerika, Donald Trump, mengatakan pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi di Yaman tidak mengerti cara menggunakan senjata buatan Amerika.

Pernyataan tersebut disampaikan Donald Trump dalam sebuah wawancara di salah satu kantor berita Amerika “Axios”. Ia mengomentari kejadian meninggalnya 40 siswa Yaman, akibat misil yang ditembakkan oleh pasukan koalisi Arab Agustus lalu.

“Kami orang Amerika tidak menggunakan senjata tersebut. Kami adalah yang terbaik dalam menggunakan senjata. Sedangkan mereka tidak mampu menggunakan senjata dengan benar. Ini sungguh perkara yang mengerikan.” Kata Trump.

Ia menambahkan, “Kami mengamati situasi di Yaman dengan cermat, itu adalah tempat paling mengerikan di bumi saat ini. Saya akan berbicara dengan Saudi, agar senjata kami tidak jatuh ke tangan orang yang tidak bisa menggunakannya.”

Pernyataan tersebut keluar pasca tekanan yang datang dari pejabat senior Amerika yang meminta pemerintahan Trump untuk segera menyelesaikan konflik Yaman.

(T.HN/S: Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir

Suriah: Kami Tidak Menggunakan Senjata Kimia, Bahkan Tidak Memilikinya Lagi

“Suriah menuntut agar negara-negara anggota Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) menolak mempolitisasi sifat teknis organisasi, mencegah dan mengambil sikap tegas terhadap politisasi dalam cacat kotor dalam pekerjaan OPCW. Amerika Serikat, yang mengklaim tertarik pada pengendalian senjata dan non-proliferasi, tapi masih memiliki persediaan senjata kimia yang sangat besar,” tegas al-Ja’fari.

Serangan AS di Suriah, Pejabat Israel: Iran Belum Mengerti Bahwa Biden Bukan Obama

Para pejabat menyatakan keyakinan mereka bahwa penggerebekan terhadap faksi-faksi yang didukung Iran ini mengirim pesan ke Teheran mengenai perlunya menahan diri dan menahan sekutunya di wilayah tersebut, mencatat bahwa otoritas Israel sebelumnya telah membahas dengan pemerintahan baru Amerika tentang kekhawatiran mereka terkait dengan peningkatan provokasi Iran di Timur Tengah.