Dituding dukung BDS, Direktur Human Right Watch dideportasi dari Palestina

Shaker terpaksa dideportasi dari Israel karena dituding aktif dalam kegiatan organisasi boikot Israel, BDS.

BY adminEdited Thu,18 Apr 2019,02:59 PM

Al-Quds, SPNA - Mahkamah Israel menyetujui keputusan Kementerian Dalam Negeri untuk mendeportasi Direktur Biro Human Right Watch di wilayah Palestina yang diduduki, Umar Shaker.

Shaker terpaksa dideportasi dari Israel karena dituding aktif dalam kegiatan organisasi boikot Israel, BDS.

Mahkamah Israel di Al-Quds, memberikan waktu untuk Shaker, meninggalkan wilayah Palestina yang diduduki hingga awal Mei.

Mahkamah Israel mengatakan bahwa Shakir melakukan aksinya terang-terangan melalui akun Twitter-nya dan dengan cara lain.

Sebagai contoh, Shakir melalui  menakan perusahan pemesanan hotel online, AirBnb untuk menghapus postingannya dari permukiman Israel di Tepi Barat.

“Shaker  terbukti aktif terlibat dalam gerakan BDS dan terang – terangan melakukan kampanye boikot Israel. ‘’ seperti diutip Rt Arabic, Rabu (18/04/2019).

Sementara itu, Human Rights Watch membantah keputusan Mahakamah Israel tersebut.

HRW menegaskan bahwa Shakir tidak membantu BDS, tetapi menyerukan perusahaan yang aktif di pemermukiman ilegal Israel, untuk menghentikan kegiatan bisnis mereka karena melanggar hukum internasional.

Boycott, Divestment and Sanctions (BDS) adalah kampanye global  menekan Israel dari segi ekonomi dan politik agar mengakhiri pendudukan dan kolonisasi Israel terhadap tanah Palestina, kesetaraan hak warga Arab-Palestina di Israel, dan menghormati hak kembali pengungsi Palestina.

(T.RS/S:Rtarabic)

leave a reply