65 warga sipil luka-luka dalam demonstrasi peringatan 71 tahun tragedi ‘’Nakba’’ di perbatasan Gaza

Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza melaporkan bahwa puluhan warga Palestina luka-luka diserang peluru pasukan Israel (IDF) dalam aksi unjuk rasa memperingati 71 tahun Tragedi Eksodus Palestina (Nakba) 1948.

BY adminEdited Thu,16 May 2019,02:13 PM

Jalur Gaza, SPNA - Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza melaporkan bahwa puluhan warga Palestina luka-luka diserang peluru pasukan Israel (IDF) dalam aksi unjuk rasa memperingati 71 tahun Tragedi Eksodus Palestina (Nakba) 1948 .

Sebanyak 65 warga Palestina menderita luka-luka, 22 dari mereka adalah anak-anak dan 5 perempuan. Rt Arabic melaporkan, Rabu (15/05/2019).

Kemenkes Palestina mengungkapkan bahwa IDF tidak hanya menargetkan warga sipil namun juga paramedis yang berupaya menyelamatkan korban. 3 paramedis luka-luka akibat peluru karet.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa pihaknya telah siaga satu jelang peringatan Nakba.

“Teror IDF terhadap paramedis sejak tahun lalu yang menewaskan 3 petugas dan melukai 680 lainnya, tidak akan menghentikan kita dalam melaksanakan tugas kemanusiaan, ‘’ tegas Kemenkes Palestina di Jalur Gaza seperti dikutip Rt Arabic.

Berdasarkan laporan Maannews, IDF melepas tembakan  dan gas air mata ke arah kumpulan masa yang diperkirakan mencapai belasan ribu.  Sniper Israel dalam jumlah besar tersebar di balik bukit pasir perbatasan Gaza.

Sementara itu, ribuan warga Palestina di berbagai wilayah di Tepi Barat juga turut memperingati Tragedi Nakba Palestina, 15 Mei.

Sejumlah pemimpin Palestina diantaranya Perdana Menteri Mohammad Shtayyeh dan anggota Badan Eksekutif PLO serta tokoh nasional Palestina ikut berpartisipasi dalam aksi long march yang dimulai dari makam Mantan Presiden Yasser Arafat di Ramallah.

Tragedi Nakba diperingati setiap tahun untuk mengenang eksodus terhadap rakyat Palestina tahun 1948.

Demi mendirikan negara Yahudi, zionis Israel mengusir sekitar 800.000 warga Palestina dari tanah air. Rakyat Palestina menjadi pengungsi di negeri mereka sendiri di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Sebagian berimigrasi ke negara-negara Arab tetangga.

Dalam tragedi tersebut Israel menduduki lebih dari 774 perkotaan dan desa-desa Palestina. Sebagian wilayah tersebut dibumihanguskan dan sebagian lain dirubah menjadi kota-kota Yahudi.

 (T.RS/S:RtArabic)

leave a reply
Posting terakhir