Penasehat Presiden Abbas: Konferensi ekonomi di Bahrain bertujuan menyuap Palestina agar menerima “Deal of Century”

Donald Trump sengaja menempuh  langkah-langkah ekonomi sebelum politik untuk menyuap Palestina agar menerima “Deal of Century” yang menghapus kebebasan dan kemerdekaan Palestina. “Kami sampaikan, Palestina menolak kebijakan AS tersebut. Kami tidak akan menjual kemerdekaan bangsa Palestina,” tegasnya.

BY adminEdited Sat,25 May 2019,02:20 PM

Ramallah, SPNA - Nabil Shaath menegaskan bahwa Palestina tidak akan berpartisipasi dalam Konferensi Ekonomi yang akan di gelar di Bahrain.

Dalam wawancara dengan surat kabar Rusia Sputnik, Jum’at (24/05/2019) Penasihat Presiden Palestina untuk Hubungan Internasional, tersebut mengatakan bahwa Palestina telah berpartisipasi dalam KTT di Dhahran, Tunisia lalu selanjutnya di Mekah.

Jika konferensi Bahrain dilaksanakan oleh negara Arab dan tidak membawa agenda Amerika Serikat, maka Palestina pasti akan ikut andil, namun Konferensi Eknomi Bahrain adalah bagian dari Kesepakatan Abad Ini yang dipelopori oleh AS.

Menurutnya, Donald Trump sengaja menempuh  langkah-langkah ekonomi sebelum politik untuk menyuap Palestina agar menerima “Deal of Century” yang menghapus kebebasan dan kemerdekaan Palestina. “Kami sampaikan, Palestina menolak kebijakan AS tersebut. Kami tidak akan menjual kemerdekaan bangsa Palestina,” tegasnya.

Shaath menambahkan bahwa  mangkirnya Palestina dari Konferensi Bahrain bukan untuk memprotes  Manama, namun semata-mata  untuk menolak “Kesepakatan Abad Ini” yang merugikan Palestina.

Dia menambahkan, Donald Trump sengaja menciptakan krisis ekonomi  agar Palestina tunduk dengan AS.

Sebelumnya, Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menyatakan memboikot Konferensi Ekonomi AS, yang akan diadakan di Bahrain Juni mendatang.

Perdana Menteri Dr. Mohammed Shtayyeh sebelumnya mengatakan bahwa Palestina menolak menjual kemerdekaan negara demi duit.

Di saat yang sama, Wakil Perdana Menteri Palestina, Nabil Abu Rudeina, menegaskan bahwa konferensi ekonomi di Manama yang diusung oleh Washington tidak akan membuahkan hasil.

Rudeina juga menegaskan bahwa Palestina tidak akan menerima negosiasi yang tidak menjamin kemerdekaan dan kedaulatan penuh  dimana Al-Quds timur menjadi ibukota yang sah bagi Palestina.

Konferensi Ekonomi Manama akan dihadiri sejumlah Menteri Ekonomi Timur Tengah dan usahawan terkemuka Timur Tengah sebagai langkah awal deklarasi Kesepakatan Abad Ini oleh AS.

Kesepakatan Abad Ini atau Deal of Century adalah solusi  perdamaian yang dipelopori oleh Amerika Serikat untuk mengakhir konflik Israel dan Palestina. Namun Washington Post melaporkan bahwa Kesepakatan Abad ini diprediksi merugikan Palestina. Hal ini karena butir kesepakatan yang diusung AS tersebut berpihak kepada Israel dan tidak mendukung solusi dua Negara serta tidak menjamin kemerdekaan Palestina.

Hal ini membuat 37 Mantan Presiden dan Menteri Luar Negeri Eropa menandatangani sebuah petisi menyerukan Uni Eropa mendukung solusi dua negara serta langkah AS tersebut jika tidak menghormati hukum internasional.

Selain itu, Mantan Wakil Presiden Mesir, Muhammad El-Baradei mengatakan bahwa Kesepakatan Abad ini yang dirumuskan AS bertujuan untuk menghapus sisa-sisa hak bangsa Palestina.

Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional tersebut juga menyerukan agar Negara Arab bersatu melawan kebijakan Trump yang bertujuan menghapus hak-hak bangsa Palestina.

(T.RS/S:Maannews)

leave a reply
Posting terakhir