Tahanan Palestina mengakhiri mogok makan yang telah berlangsung selama 70 hari

Banyak tahanan Palestina di penjara Israel melakukan mogok makan untuk memprotes penahanan mereka dan kondisi penjara yang buruk.a.

BY 4adminEdited Tue,11 Jun 2019,01:18 PM

Tepi Barat, SPNA - Hassan Mohammed Al-Aweiwi (34) tahanan asal Hebron yang diduduki, Senin (10/06/2019), mengakhiri mogok makan selama 70 hari sebagai protes atas penahanan administratifnya di penjara Israel.

Administrasi penjara telah setuju untuk membebaskannya sebelum akhir tahun, enam bulan setelah perintah penahanan administratifnya akan berakhir.

Ayah tiga anak ini ditangkap kembali pada pertengahan Januari setelah sebelumnya ditahan sebanyak dua kali. Dia semula dijatuhi hukuman empat bulan penjara, tetapi masa hukumannya diperpanjang dua bulan lalu. Inilah yang menyebabkannya memulai mogok makan.

Sejak ia melancarkan mogok makan pada bulan April, otoritas penjara Israel telah membalas dengan menempatkannya di ruang isolasi, menyangkal kunjungan keluarga dan memindahkannya ke berbagai penjara.

Banyak tahanan melakukan mogok makan untuk memprotes penahanan mereka dan kondisi penjara yang buruk. Setidaknya 1.500 kasus terjadi pada bulan April, tepat sebelum pemilihan umum Israel berlangsung.

Al-Aweiwi dipindahkan ke pusat medis Barzilai pada hari Kamis setelah kesehatannya memburuk. Selama periode dua bulan ini, berat badannya turun 22 kilogram dan dia tidak bisa berjalan atau berbicara dengan benar.

Dia telah menghabiskan waktu selama tiga tahun di penjara Israel, sebagian besar di penahanan administrasi - penjara tanpa tuduhan atau pengadilan.

Saat ini, ada sekitar 479 warga Palestina, termasuk seorang wanita dan dua anak di bawah umur, yang ditahan dalam penahanan administratif di fasilitas penjara Israel, menurut organisasi hak asasi manusia Israel B'Tselem.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply