Ehud Barak kembali panggung politik: Sudah saatnya pemerintahan Netanyahu yang korup ditumbangkan

Dilansir Sputnik, Rabu (26/06/2019) Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak mengatakan akan kembali ke kontes politik sebagai pemimpin partai baru dalam pemilu September mendatang. “Sudah saatnya menghapus pemerintahan korup yang dipimpin Netanyahu,’’ ujarnya.

BY adminEdited Thu,27 Jun 2019,01:49 PM

Tel Aviv, SPNA - Ehud Barak mengatakan mampu mengambil alih kursi Perdana Menteri dalam 10 menit jika Netanyahu pergi.

Dilansir Sputnik, Rabu (26/06/2019) Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak mengatakan akan kembali ke kontes politik sebagai pemimpin partai baru dalam pemilu September mendatang. “Sudah saatnya menghapus pemerintahan korup yang dipimpin Netanyahu,’’ ujarnya.

Mei lalu, Parlemen Israel Knesset membubarkan diri dan kembali menggelar pemilu setelah Netanyahu, pemimpin partai sayap kanan “Likud” gagal membentuk koalisi pemerintahan pasca pemilu bulan April  di mana tidak ada partai yang memenangkan suara mayoritas di parlemen.

Pengamat politik menilai bahwa kembalinya Barak yang pernah memimpin partai Buruh sayap kiri ke panggung politik, dapat membuat kelompok sayap kiri pecah serta merugikan Benny Gantz, saingan Netanyahu dalam pemilu mendatang.

“Kami datang kemari dalam rangka  mengumumkan pembentukan partai baru, ‘’ ujarnya tanpa menyebut nama partai tersebut. Namun Barak, mensinyalir bahwa partainya diprediksi akan bersekutu dengan sayap kiri untuk mengalahkan Likud.

2012 lalu, Ehud Barak mengundurkan diri dari kancah politik di Israel setelah menjabat sebagai perdana menteri, Menteri Pertahanan dan Ketua Partai Buruh Israel.

(T.RS/S:Sputnik)

leave a reply
Posting terakhir
252305.jpg

AOHR minta Inggris tangkap Ehud Barak

AOHR mengatakan bahwa Barak terlihat berjalan santai di Jalan kota London bersama istri dan pengawalnya. Polisi London yang melihatnya sama sekali tidak berusaha menangkap Barak yang jelas-jelas melakukan pelanggaran kemanusiaan di Palestina dan terlibat dalam serangan brutal terhadap kapal Mavi Marmara 2010 silam.