OCHA: Dalam waktu 2 minggu, Israel hancurkan 27 bangunan warga Palestina

Jalur Gaza, SPNA - Lembaga PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa Israel telah menggusur ....

BY adminEdited Sat,06 Jul 2019,02:46 PM

Jalur Gaza, SPNA - Lembaga PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa Israel telah menggusur dan menyita 27 bangunan milik Palestina di Area C dan kota suci Al-Quds dalam dua minggu terakhir dengan dalih bahwa bangunan tersebut tidak memiliki izin.

OCHA dalam laporan Perlindungan Warga Sipil Palestina dari 18 Juni hingga 1 Juli, mengatakan, penggusuran membuat 52 warga Palestina kehilangan tempat tinggal.

Dilansir Palinfo, Sabtu (06/07/2019), Israel menghancurkan 3 gedung perumahan bantuan warga Palestina di desa Qusra dan Majdal Bani Fadil,  di kota Nablus. 24 bangunan yang dihancurkan terletak di 9 komplek Area C, di Tepi Barat.

Pada 27 Juni lalu, 51 warga Palestina di Tepi Barat juga kehilangan tempat tinggal setelah Israel meratakan 6 bangunan perumahan dengan tanah karena terletak di zona militer tertutup serta di Umm Fagara al-Ra'awi di Hebron.

Pertengahan Juni lalu, Tzipi Hotovely menyerukan Pemerintah Israel mencaplok area C.

Wakil Urusan Menteri Luar Negeri Israel tersebut juga mengklaim bahwa area yang mewakili 61% dari Tepi Barat tersebut adalah milik Israel. Menurutnya penggunaan istilah “aneksasi” untuk area C tidak benar karena berada dibawah otoritas Israel,  merujuk pada klaim sayap kanan bahwa Tepi Barat adalah bagian penting dari Israel.

Sementara itu Dunia Internasional menolak aneksasi Israel atas wilayah Tepi Barat yang diduduki. Di saat yang sama Palestina juga menuntut Israel untuk menarik diri dari seluruh wilayah yang diduduki pada tahun 1967, termasuk area C. Rencana tersebut ditolak mentah-mentah oleh Israel.

Area C adalah divisi administrasi Tepi Barat, yang ditetapkan dalam Kesepakatan Oslo II serta mewakili sekitar 61% dari Tepi Barat. Otoritas Palestina memiliki otoritas atas layanan pendidikan dan kesehatan di Area C, namun pembangunan dan infrastruktur dilakukan oleh Israel.

Sementara Area A berada di bawah kendali penuh Palestina dan area B berada di bawah otoritas Palestina dalam bidang adminitratif namun  secara militer tunduk kepada Israel.

(T.RS/S:Palinfo)

leave a reply