Media Israel: Perang dengan Gaza tidak akan pernah berhenti

Dalam rangka memperingati perang tahun 2014, pengamat politik Israel menyebutkan bahwa Israel tidak akan pernah dapat berdamai dengan para pejuang di Gaza. Perdamaian yang tercapai dengan pihak Gaza beberapa waktu lalu, disebabkan oleh kondisi politik lokal Israel yang belum stabil pasca pemilu.

BY adminEdited Sun,07 Jul 2019,01:00 PM

Gaza, SPNA - Sejumlah surat kabar lokal Israel yang terbit hari ini (Minggu, 07/07/2019), dipenuhi dengan tulisan para pengamat politik dan laporan militer terkait kondisi Gaza pasca 5 tahun perang terakhir yang terjadi pada tahun 2014.

Surat kabar Yedioth Ahronoth dalam sebuah tulisan berjudul “Perang yang tidak akan pernah berhenti,” menyebutkan bahwa warga Yahudi yang tinggal di permukiman ilegal berdekatan dengan perbatasan Gaza,  kehidupan mereka berlangsung cukup memprihatinkan.

Aksi warga Gaza yang melakukan unjuk rasa reguler setiap Jumat sore sangat mempengaruhi kehidupan warga Yahudi di sana. Mereka dihantui rudal dan balon pembakar yang ditembakkan oleh pejuang Palestina Gaza.

Selama satu tahun setengah terakhir, telah terjadi 12 kali jual beli serangan antara militer Israel dan pejuang Palestina. Kondisi yang membuat mereka trauma dan tidak nyaman dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Sejumlah klinik di Israel melaporkan jumlah pasien yang mengadukan kondisi psikologis mereka meninggkat tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Dari sini, warga Yahudi tersebut lebih memilih pemerintah Israel untuk melakukan perdamaian jangka panjang dengan pihak Palestina di Gaza.

Perjanjian damai yang baru saja disepakati dua minggu lalu, dianggap hanya kesepakatan bayangan. Perang dapat terjadi kapan saja.

Israel kabarnya memilih untuk berdamai dengan pejuang Palestina di Gaza mengingat kondisi politik mereka pasca pemilu yang masih belum kondusif. Agresi militer juga disebutkan tidak akan mengubah apapun, warga Gaza tetap akan berada pada pendiriannya.

Pada tanggal 8 Juli 2014 lalu, militer Israel melakukan serangan militernya ke Gaza, selama 15 hari.

Jumlah korban dalam perang tersebut mencapai 2323 orang di pihak Palestina, 579 di antara mereka adalah anak-anak, 489 perempuan dan 102 lansia. Sesuai dengan laporan resmi dari Kementerian Kesehatan Palestina.

Sedangkan di pihak Israel, jumlah korban yan tewas hanya berjumlah 73 orang.

(T.HN/S: Gazaalan)

leave a reply