Lembaga HAM Israel: Militer Zionis dapat instruksi untuk membunuh demonstran Gaza

Lembaga hak asasi manusia di Israel menyebutkan bahwa tentara Zionis mendapatkan instruksi untuk menghabisi demonstran Gaza yang melakukan unjuk rasa di perbatasan Israel. Bahkan mereka menjadikan warga Palestina sebagai bahan percobaan senjata dan objek latihan menembak.

BY adminEdited Sun,28 Jul 2019,01:40 PM

Tel Aviv, SPNA - Lembaga Hak Asasi Manusia di Israel, B'Tselem, dalam sebuah laporannya menuliskan bahwa militer Israel menembak dengan sengaja warga Gaza yang terlibat dalam aksi demonstrasi perbatasan. Tentara Zionis tersebut mendapatkan instruksi langsung dari atasan mereka.

B'Tselem melaporkan, ratusan warga Palestina Gaza meninggal dan ribuan lainnya luka-luka akibat arogansi tentara perbatasan. Penggunaan peluru tajam untuk menembak warga sipil merupakan perbuatan yang bertentangan Undang-Undang Internasional.

“Pemerintah Israel tahu betul, bahwa di sana ada diantara mereka yang terbunuh tanpa alasan logis, meski itu dilihat dari sudut pandang Israel.” Tulis B'Tselem dalam laporannya.

Namun demikian, masih menurut organisasi non-profit tersebut, tidak satupun dari pejabat Israel mencoba untuk mengubah instruksi tersebut. Tentara Israel bahkan menjadikan warga Palestina sebagai bahan latihan dan objek percobaan senjata. “Seolah warga Palestina bukanlah manusia.”

Badan hak asasi manusia Israel tersebut juga mengungkapkan bahwa otoritas Israel sangat menyadari adanya perbedaan antara pernyataan yang mereka keluarkan dan fakta di lapangan.

Sejak Maret 2018, warga Palestina terus menggelar aksi protes  di perbatasan Gaza-Israel. Melaluinya mereka menuntut pembebasan Gaza dari blokade Israel dan hak untuk kembali ke tanah yang telah dikuasai oleh Israel.

Unjuk rasa tersebut biasanya berlangsung setiap hari Jumat sore hari. Pada edisi terakhir, Jumat (26/07/2019), Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan satu pemuda Gaza tewas dan 56 warga lainnya luka-luka.

Di antara korban tersebut 38 dilaporkan cedera terkena peluru tajam, 22 anak-anak dan 3 orang perempuan.

Perlu diketahui bahwa Israel menyebut aksi warga Gaza tersebut sebagai tindakan terorisme. Mereka telah mencoba mengganggu keamanan negara Israel. Pernyataan ini juga dibenarkan oleh Amerika Serikat.

(T.HN/S: Palsawa)

leave a reply
Posting terakhir