PBB minta Israel lakukan investigasi terhadap penembakan bocah Palestina berumur sembilan tahun

Badan Hak Asasi Manusia PBB meminta Israel bertanggung jawab atas penembakan seorang bocah Palestina di Desa Kafr Qaddum pertengahan Juli lalu. Bocah Palestina tersebut disebutkan berada jauh dari konfrontasi saat penembakan terjadi.

BY adminEdited Wed,31 Jul 2019,11:46 AM

Ramallah, SPNA - Komisaris Tinggi PBB untuk hak asasi manusia, Selasa (30/07/2019), meminta Israel lakukan investigasi terhadap penembakan bocah sembilan tahun Palestina, Abdurrahman Syatawi, oleh militer Israel pada pertengahan Juli lalu.

Juru bicara resmi badan hak asasi manusia, Rupert Colville, mengatakan berdasarkan informasi yang diperoleh, Syatawi sama sekali tidak terlibat dalam unjuk rasa yang ingin di bubarkan saat itu.

Ketika kejadian terjadi, ia sedang berada sejauh 100 meter dari militer Israel. Bocah tersebut sama sekali bukanlah ancaman fisik bagi mereka, sebut Colville.

Colville menambahkan, penembakan Syatawi kembali menambah daftar kejahatan Israel yang terus diperlihatkan terhadap anaak-anak dan pemuda Palestina.

Badan hak asasi manusia meminta Israel untuk merumuskan kembali protokoler tindakan yang harus diambli saat terlibat konfrontasi dengan warga. Agar sesuai dengan Undang-Undang internasional. Terutama terkait perlindungan terhadap anak-anak.

Abdurrahman Syatawi (9 tahun) terkena peluru militer Israel pada tanggal 12 Juli 2019 lalu, saat ia sedang bermain bersama teman-temannya di desa Kafr Qaddum.

Militer Israel ketika itu sedang terlibat bentrokan dengan warga yang melakukan unjuk rasa pekanan setiap hari Jumat, memprotes politik perluasan permukiman baru Israel.

Saksi mata mengatakan, saat penembakan terjadi, Syatawi berada jauh dari kerumunan warga yang melakukan unjuk rasa.

Sampai saat ini, Syatawi masih terbaring di salah satu rumah sakit Palestina di Tepi Barat. Tim medis yang melakukan operasi pasca kejadian melaporkan, terdapat 70 pecahan peluru yang bersarang di kepala Syatawi.

(T.HN/S: Palinfo)

leave a reply