Presiden Mahmud Abbas ucapkan belasungkawa kepada korban jatuhnya pesawat militer di Pakistan

Presiden Palestina turut berduka atas insiden jatuhnya pesawat militer Pakistan Selasa dua hari lalu. Ucapan belasungkawa disampaikan langsung kepada masing-masing dari Presiden Pakistan, Arif Alvi, dan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan.

BY adminEdited Thu,01 Aug 2019,01:43 PM

Ramallah, SPNA - Presiden Palestina, Mahmud Abbas menyampaikan ucapan belasungkawa kepada Presiden Pakistan, Arif Alvi, dan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, atas tragedi jatuhnya pesawat militer Pakistan.

Ia mengatakan turut berduka atas musibah yang menimpa para saudara seiman di Pakistan. Sembari berdoa semoga Allah Swt. mengampuni dosa para warga yang meninggal dan memberikan kesembuhan untuk korban yang luka dan cedera.

Jatuhnya pesawat militer Pakistan, Selasa pagi (30/07/2019), di tengah perumahan warga kota Rawalpindi, berdekatan dengan Ibu Kota Islamabad, sedikitnya menewaskan 18 orang. Seperti dilansir Skynewsarabia.

Kejadian tersebut juga menyebabkan 12  orang lainnya luka-luka.

Di antara korban yang meninggal termasuk lima orang dari anggota militer dan 13 lainnya berasal dari warga sipil.

Tim medis menyebutkan jasad para korban hangus terbakar api. Hal yang semakin mempersulit proses indentifikasi korban.

Militer Pakistan dalam sebuah pernyataannya menyebutkan bahwa pesawat tersebut merupakan perlengkapan militer yang dipakai untuk latihan.

Salah seorang lansia dilaporkan histeris pasca kejadian berusaha masuk ke area kejadian untuk mencari anaknya yang hilang.  Namun usaha tersebut digagalkan warga demi menghindari api yang masih menyala.

Imran Khan, Perdana Menteri Pakistan, mengatakan dirinya sangat terpukul atas kejadian tersebut. Dalam sebuah postingan di akun Twitternya ia menuliskan bahwa ia sengaja melakukan shalat untuk mendoakan para korban.

Kecelakaan udara seperti ini, seperti dilansir situs Masrawy, bukanlah perkara asing di Pakistan. Jatuhnya pesawat penumpang pada tahun 2016 pernah menewaskan 40 orang. Begitu juga pada tahun 2010, 152 orang meregang nyawa dalam insiden pesawat Airbus 321.

(T.HN/S: Wafa)

leave a reply