Haaretz: Netanyahu tak berani serang Gaza sebelum pemilu Israel digelar

Kolomnis surat kabar Israel,  Haaretz tersebut menjelaskan bahwa kekhawatiran Netanyahu untuk terlibat dalam konfrontasi dengan Hamas pra-pemilu mendorongnya agar menahan diri atas penembakan prajurit Israel di lintas-perbatasan Jalur Gaza.

BY adminEdited Sun,04 Aug 2019,01:21 PM

Tel Aviv, SPNA - Amos Harel mengklaim bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, khawatir terlibat dalam perang dengan pejuang Gaza sebelum pemilu Israel digelar September mendatang.

Kolomnis surat kabar Israel,  Haaretz tersebut menjelaskan bahwa kekhawatiran Netanyahu untuk terlibat dalam konfrontasi dengan Hamas pra-pemilu mendorongnya agar menahan diri atas penembakan prajurit Israel di lintas-perbatasan Jalur Gaza, seperti dilansir Maannews (04/08/2019).

Perang dengan Gaza membuat Netanyahu khawatir jika membahayakan posisinya dalam pemilu mendatang. Netanyahu saat ini lebih fokus dengan meraup dukungan serta memastikan agar koalisi sayap kanan Israel memenangkan pemilu.

Namun di saat yang sama, seluruh gerakan politik baik sayap kanan atau kiri di Israel mengkritik sikap  Netanyahu tersebut.

Menurut Harel, Netanyahu saat ini lebih memilih menahan diri daripada perang dengan Hamas. “Netanyahu sadar  bahwa sangat mungkin menentukan tanggal perang namun sulit  menentukan kapan berakhir.”

 “Saat ini, bahkan pemimpin IDF belum menunjukkan hasrat untuk melancarkan agresi militer di Gaza. Karena itu Komando pasukan selatan Israel, dengan cepat mengklarifikasi bahwa pejuang Palestina yang menembak 3 tentara Israel bertindak sendiri, dan tidak  menyerang atas instruksi Hamas, ‘’ tutupnya.

Kamis lalu, seorang pejuang Hamas dilaporkan gugur setelah berhasil menerobos perbatasan Gaza lalu melukai 3 prajurit IDF, Kamis dini hari, (01/08/2019).

Juru bicara IDF, Avichai Adre’i menjelaskan bahwa prajurit Hamas yang tidak diketahui identitasnya tersebut menerobos perbatasan Gaza lalu menyerang pasukan Israel yang sedang berada di lokasi.

3 prajurit Israel dilaporkan luka-luka dalam kontak senjata, sementara pelaku meninggal dunia setelah disasar peluru IDF.

Berdasarkan keterangan IDF, pelaku adalah pejuang Hamas yang memakai baju militer. Dia dipersenjatai dengan Kalashnikov dan granat. Perkiraan awal menunjukkan  bahwa Lone Wolf atau penyerang yang bergerak sendiri tersebut melakukan aksinya di luar perintah Hamas. 

Berdasarkan keterangan Arab 48, Lone Wolf Hamas yang mencoba menerobos perbatasan Gaza tersebut bernama Hani Abu Salih.

Situs Hadashot Israel melaporkan bahwa tiga tentara Israel dilarikan ke rumah sakit Soroka Medical Center.

Serangan terjadi beberapa jam setelah IDF mengakhiri latihan militer yang mensimulasikan agresi skala besar di Gaza.

(T.RS/S:Maannews)

leave a reply
Posting terakhir