PBB ingatkan Israel agar menghentikan rencana perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat

Utusan PBB untuk perdamaian Timur Tengah, Nickolay Maldenov meminta Israel untuk tidak memperluas permukiman ilegalnya di Tepi Barat. Hal ini, tegas Maldenov, :dapat mengancam usaha perdamaian yang sedang berlangsung.”

BY adminEdited Thu,08 Aug 2019,10:21 AM

Ramallah News - New York

New York, SPNA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rabu (08/08/2019), meminta Israel untuk segera memindahkan kegiatannya untuk memperoleh permukiman ilegal di Tepi Barat. Negara Yahudi tersebut juga diminta untuk membatalkan komitmennya untuk mencaplok seluruh Tepi Barat.

Utusan Khusus PBB untuk Perdamaian Timur Tengah, Nickolay Mladenov, mengatakan bahwa penting bagi Israel untuk segera menghentikan pembangunan hunian baru di Area C Tepi Barat.

Dalam pernyataanya, Mladenov mengatakan, "Pembangunan hunian baru berarti menentang kedaulatan Palestina yang merupakan salah satu poin kesepakatan perdamaian antara kedua belah pihak."

Diumumkan beberapa hari lalu, otoritas Israel kembali menyetujui proposal pembangunan 2.400 unit hunian baru di Area C. Utusan PBB ini menyatakan bahwa pembangunan hunian baru Israel di Tepi Barat merupakan perkara ilegal dan bertentangan dengan undang-undang internasional.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam kampanye pemilu yang baru saja dilakukan Israel beberapa bulan lalu, mengatakan bahwa jika dirinya kembali terpilih ia berjanji akan mengambil alih Tepi Barat dari Pemerintah Palestina. Netanyahu mengatakan fakta sejarah telah memberikan Israel hak untuk tinggal di Tepi Barat.

Area C yang sedang diincar Israel mencakupi 60% wilayah Tepi Barat.

Rencana ini juga berarti mempertahankan pengusiran dan penghancuran rumah bagi warga Palestina yang tinggal di wilayah tersebut.

(T.HN/S: Ramallah News)

leave a reply