Irak keluhkan partisipasi Israel dalam koalisi maritim untuk pengamanan perairan Teluk

Irak mengumumkan penolakan mereka terhadap pertisipasi Israel dalam koalisi maritim untuk pengamanan laut Teluk. Kemenlu Irak menyebutkan negara Teluk mampu menjamin keselamatan perairan mereka sendiri, tanpa campur tangan asing.

BY adminEdited Tue,13 Aug 2019,12:04 PM

Baghdad - Arabic.Sputnicknews

Baghdad, SPNA – Menteri Luar Negeri Irak, Muhammad Ali Hakim, mengumumkan penolakannya terhadap keikutsertaan Israel dalam koalisi maritim untuk pengamanan jalur transportasi laut di wilayah Teluk.

Dalam sebuah postingan status Twitter-nya, Hakim mengatakan, “Irak menolak partisipasi Israel dalam berbagai koalisi militer guna mengamankan kapal-kapal tanker di wilayah Teluk. Negara Teluk sanggup melidungi setiap kapal yang melewati wilayah mereka.”

Hakim menambahkan bahwa Irak sedang berusaha membangun negosiasi dengan beberapa negara Teluk demi meredam situasai panas yang sedang berlangsung. “Keberadaan kekuatan asing di wilayah Teluk justru akan memperkeruh suasana.”

Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, Selasa (06/08/2019), mengungkapkan untuk pertama kalinya di depan parlemen, bahwa Israel akan terlibat dalam kerja sama internasional yang diklaim untuk menjaga keamanan jalur transportasi laut di wilayah Teluk.

Seperti dikutip dari salah satu media Israel, Makan, keikutsertaan Israel dalam kerjasama  itu mutlak untuk kepentingan negara Yahudi tersebut serta usaha untuk "menekan arogansi Iran," ucap Israel Katz dalam pertemuan tertutup dengan Knesset.

Koalisi ini bermula dari ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang pertama kali berlangsung saat Donald Trump keluar dari kesepakatan Nuklir Iran secara sepihak pada tahun 2018. Selanjutnya Amerika terus menekan Iran dengan memberikan berbagai hukuman secara bertahap.

Selain terlibat perang urat saraf dengan Amerika, saat ini Iran juga sedang bermasalah dengan Inggris. Hal tersebut dipicu oleh penyitaan salah satu kapal tanker Iran di Laut Gibraltar oleh Inggris.

Penangkapan ini berangkat dari hukuman Amerika yang membatasi pengiriman minyak Iran.

Untuk membalas perlakuan Inggris tersebut, Iran kemudian balik menahan kapal pengangkut minyak Inggris saat sedang melintas di perairan Hormuz. Selat Hormuz merupakan jalur pengiriman sepertiga minyak dunia yang diangkut dari negara Teluk.

Pasca kejadian, Amerika Serikat kemudian mengajak beberapa negara untuk membentuk kekuatan laut, demi mengamankan jalur pengiriman minyak di laut Teluk.

Situs Reuters melaporkan bahwa Inggris, Senin (12/08/2019), telah mengirimkan kapal perangnya untuk bergabung dalam koalisi Amerika tersebut.

(T.HN/S: Arabic.Sputnicknews)

leave a reply
Posting terakhir

Pentagon minta Qatar susun koalisi untuk menjaga keamanan di wilayah Teluk

Dalam kunjungannya ke Amerika, Emir Qatar mendapat tugas membentuk kekuatan di wilayah Teluk demi melawan berbagai aksi provokatif yang mengganggu keamanan di wilayah tersebut. Hubungan Amerika-Qatar menurut pengakuan salah satu pejabat senior Amerika,  sangat kuat dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.