Pemimpin oposisi Israel: Netanyahu 'lemah' dalam menghadapi perlawanan Gaza

Benny Gantz menegaskan bahwa pemerintah Netanyahu tidak dapat menangani gelombang serangan perlawanan Gaza.

BY adminEdited Mon,19 Aug 2019,12:21 PM

MEMO - Tel Aviv

Tel Aviv, SPNA - Benny Gantz, pemimpin partai oposisi utama Israel Biru dan Putih (Kahol Lavan), melontarkan kecaman kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dikatakannya bahwa Netanyahu "lemah" dalam menghadapi perlawanan Gaza, Al-Resalah melaporkan.

Di Twitter, Gantz - mantan Kepala Staf Angkatan Darat Israel - menulis, "Orang-orang yang lemah di depan Hamas di Gaza mungkin membawa gelombang horor ke Tepi Barat," merujuk pada insiden terbaru di Tepi Barat yang diduduki.

Dia menambahkan, "Pemerintah Netanyahu, Menteri Perhubungan Bezalel Smotrich dan Menteri Kebudayaan Miri Regev tidak dapat menangani gelombang serangan ini."

Gantz juga berjanji untuk membentuk "pemerintah keamanan terkuat" yang "akan akan mengembalikan sistem pencegahan" jika dia terpilih sebagai perdana menteri dalam pemilihan umum mendatang, yang dijadwalkan berlangsung pada 17 September.

Berbicara di Konferensi Herzliya ke-19 tentang Kebijakan bulan lalu, Gantz mengkritik kebijakan Netanyahu dalam berurusan dengan Jalur Gaza yang terkepung, dengan mengatakan bahwa ia telah mengurangi pencegahan Israel.

"Pencegahan telah digantikan oleh kegagapan yang tidak memanfaatkan kekuatan ofensif Israel," katanya.

Gantz menambahkan, "Implikasi dari kebijakan yang dipimpin perdana menteri juga menyebar ke wilayah dan arena lain," merujuk pada musuh lama, Iran.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply