Isa Qaraqe: Israel diduga menjual organ syuhada Palestina secara diam-diam

Lembaga Pemulangan Jasad Syuhada Palestina, melaporkan bahwa Israel masih menahan 298 jasad syuhada Palestina.

BY adminEdited Mon,26 Aug 2019,02:09 PM

Jalur Gaza

Jalur Gaza, SPNA – Lembaga Pemulangan Jasad Syuhada Palestina, melaporkan bahwa Israel masih menahan 298 jasad syuhada Palestina.

Dalam konferensi pers di Ramallah, Minggu (25/08/2019), Salim Khallah menjelaskan bahwa pihaknya telah berhasil memulangkan 121 jasad syuhada Palestina sementara 298 sisanya masih ditahan. “Israel adalah satu-satunya entitas yang tidak menghargai orang mati,” tegas anggota lembaga tersebut.

Menurutnya, Israel sengaja menahan jasad warga Palestina sebagai hukuman terhadap keluarga mereka. Dia juga menuntut agar kasus penyitaan jasad syuhada segera diangkat ke forum internasional.

Sementara itu, itu anggota Komite Nasional Palestina,  Isa Qaraqe mengatakan bahwa Israel satu-satunya negara yang membuat undang-undang menahan jasad syuhada.

Menurutnya, fakta ini menunjukkan kebenaran laporan yang beredar terakhir bahwa Israel melakukan pencurian organ tubuh syuhada Palestina dan menjualnya secara diam-diam.

Sementara itu, pengacara Mohammed Abu Sneineh menjelaskan bahwa pada tahun 2017, Mahkamah Agung Israel memberikan tenggang waktu kepada pemerintah Israel selama enam bulan untuk mengeluarkan undang-undang yang mengizinkan penahanan jasad syuhada Palestina.

Namun penahanan jasad orang yang meninggal adalah kejahatan perang yang mengharuskan Mahkamah Internasional menghukum Tel Aviv.

Sampai saat ini 253 jasad warga Palestina -yang sebelumnya disimpan di lemari es- dikuburkan Israel di pemakaman khusus yang disebut “Al-Arqam” tanpa sepengetahuan pihak keluarga. Sementara sisanya masih diletakkan di lemari es.

2017 lalu, parlemen Israel mengeluarkan undang-undang penyitaan jasad syuhada serta memberlakukan sejumlah syarat ketat bagi keluarga yang ingin membebaskan mereka.

(T.RS/S:Palinfo)

leave a reply