Pejabat PLO bertemu utusan Swiss di Ramallah

Keduanya membahas tentang perkembangan politik terbaru, mengingat eskalasi serangan yang dilakukan Israel yang mendapat dukungan dari pemerintahan Trump.

BY adminEdited Tue,27 Aug 2019,02:13 PM

Ramallah

Ramallah, SPNA - Anggota senior Komite Eksekutif PLO dan Sekretaris Jenderal Front Perjuangan Populer Palestina (PPSF), Ahmad Majdalani, bertemu dengan utusan Swiss untuk Proses Perdamaian di Timur Tengah, Roland Stinger, di Ramallah. Dalam pertemuan tersebut keduanya membahas mengenai perkembangan politik terbaru, mengingat eskalasi Israel yang didukung oleh pemerintahan Trump.

Majdalani memberi pengarahan kepada Stinger tentang situasi dan blokade keuangan yang dikenakan pada PA. Hal tersebut, jelasnya, adalah akibat "pembajakan" Israel atas pendapatan pajak Palestina dan terhambatnya proses perdamaian. Hal ini pula telah menunjukkan bahwa pemerintahan Trump meletakkan semua bobotnya dan memanfaatkan semua bentuk politik dan dukungan militer untuk memastikan keberhasilan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam pemilihan.

Majdalani menekankan perlunya komunitas internasional untuk mempertahankan dasar hukum yang diwakili oleh resolusi legitimasi internasional. Ia menambahkan bahwa perlunya untuk tidak membiarkan pemerintahan  Trump merusak arena Timur Tengah melalui pembicaraan berulang-ulang tentang kesepakatan abad ini'.

Sementara itu, Stinger menyatakan dukungan untuk solusi dua negara sesuai dengan hukum internasional dan resolusi legitimasi internasional. Ia menegaskan bahwa negaranya tertarik pada dukungan politik rakyat Palestina serta pada keamanan dan stabilitas kawasan.

(T.RA/S: WAFA)

leave a reply
Posting terakhir

Utusan AS untuk PLO: 'Pintuku selalu terbuka untuk warga Palestina'

Menanggapi ucapan Anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Hanan Ashrawi, Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah, Jason Greenblatt, melalui akin twitter menuliskan, Dr Ashrawi - pintu saya selalu terbuka untuk Otoritas Palestina (PA) dan warga Palestina untuk bicara.