Honduras akui Yerusalem sebagai ibukota Israel

Presiden Juan Orlando dijadwalkan akan meresmikan kantor diplomatik Honduras di Yerusalem dan mengakui kota suci tersebut sebagai ibukota Israel.

BY adminEdited Wed,28 Aug 2019,12:37 PM

Tegucigalpa

Tegucigalpa, SPNA – Presiden Juan Orlando Hernandez, Selasa (27/08/2019), dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Israel Jumat mendatang untuk meresmikan kantor diplomatik Honduras di Yerusalem serta  mengakui kota suci tersebut sebagai ibu kota Israel.

Melalui Kementerian Luar Negeri Honduras, Israel menyeru negara tersebut untuk merelokasi kedutaan besarnya ke Yerusalem. Honduras mendukung rencana itu dan akan meresmikan kantor diplomatik di kota suci umat Islam tersebut.

Dilansir i24News, Awal tahun 2019 lalu Netanyahu melakukan pertemuan dengan Presiden Honduras di Brasil ditemani Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.

Dalam pertemuan tersebut, Netanyahu dan Hernandez sepakat akan membuka kedutaan besar Israel di Tegucigalpa sementara Hernandez merelokasi kedutaan besar Honduras dari Tel Aviv ke Al-Quds.

Pada 13 April 2018, Kongres Nasional Honduras juga sudah menyetujui rencana relokasi Kedubes mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem dengan syarat-syarat tertentu.

Diantara syarat tersebut adalah memperkuat  kerja sama ekonomi antara kedua negara, Israel membantu Honduras di bidang keamanan siber serta memerangi kejahatan terorganisir. Selain itu Honduras juga menuntut agar Tel Aviv mengirim teknisi ahli Israel di bidang air dan pertanian.

Pada tanggal 6 Desember 2017 Donald Trump meresmikan Al-Quds (Yerusalem) sebagai ibukota Israel lalu merelokasi kedutaan pada pertengahan Mei 2018. AS dan Israel juga mengajak negara-negara lain untuk menempuh langkah yang sama.

Langkah AS tersebut mendapat kecaman dunia internasional dan PBB.

Sejak saat itu, Pemerintah Palestina juga menolak menjadikan AS sebagai mediator perundingan damai dengan Israel serta menolak Deal of Century. Akibatnya, Washington memutuskan bantuan ekonomi terhadap Palestina.

Meskipun demikian, sebagian besar negara  memutuskan mempertahankan kedutaan mereka di luar Yerusalem, sampai solusi status kota suci tersebut diselesaikan melalui negosiasi antara Israel dan Palestina.

leave a reply
Posting terakhir