UNRWA butuh $150 juta untuk tetap bisa beroperasi

Anggaran UNRWA tahun 2019 adalah $ 1,2 miliar. Saat ini lembaga tersebut masih kekurangan dana senilai $ 150 juta untuk tetap bisa beroperasi sampai akhir tahun.

BY adminEdited Wed,28 Aug 2019,01:47 PM

Amman

Amman, SPNA –Lembaga PBB untuk Pekerjaan dan Pemulihan Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA), Selasa (27/08/2019), mengumumkan bahwa mereka masih membutuhkan dana sumbangan senilai $ 150 juta agar tetap bisa beroperasi sampai akhir tahun ini, Reuters mewartakan.

Melalui komisarisnya, Pierre Krahenbuhl, UNRWA mengatakan pula bahwa Swiss, Belanda dan Belgia telah menangguhkan kontribusi mereka kepada organisasi itu selama penyelidikan PBB -terkait kasus internal dalam lembaga tersebut- masih berlangsung.

“Anggaran kami (2019) untuk semua operasi UNRWA di Gaza, Tepi Barat, Yerusalem Timur, Suriah, Yordania, Lebanon adalah $ 1,2 miliar. Saat ini kami masih memiliki kekurangan $ 150 juta,” kata Krahenbuhl.

UNRWA menyediakan layanan untuk sekitar 5 juta pengungsi Palestina di Yordania, Lebanon, Suriah,  Tepi Barat dan Gaza. Sebagian besar mereka adalah keturunan dari sekitar 700.000 warga Palestina yang diusir dari rumah mereka atau melarikan diri dari pertempuran dalam perang 1948, yang menjadi jalan terbentuknya 'negara' Israel.

Tahun lalu Amerika Serikat, donor terbesar UNRWA, mengatakan bahwa pihaknya menghentikan bantuannya senilai $ 360 juta per tahun karena menganggap lembaga ini menjalankan "operasi cacat yang tak dapat ditebus."

Washington mengkritik hitungan PBB tentang pengungsi Palestina dan mempertanyakan “hak untuk kembali” yang diklaim oleh Palestina sebagai bagian dari penyelesaian perdamaian dengan Israel.

Tahun lalu Amerika Serikat, donor terbesar UNRWA, mengatakan bahwa pihaknya menghentikan bantuannya senilai $ 360 juta per tahun untuk apa yang disebutnya sebagai "operasi cacat yang tak dapat ditebus."

Washington mengkritik hitungan PBB tentang pengungsi Palestina, mempertanyakan “hak untuk kembali” yang diklaim oleh Palestina sebagai bagian dari penyelesaian perdamaian dengan Israel.

Mandat UNRWA, yang telah berulang kali diperbarui oleh Majelis Umum PBB, berjalan hingga 30 Juni 2020.

“Banyak negara saat ini dengan jelas mendukung mandat UNRWA dan mengakui bahwa para pengungsi Palestina perlu terus dibantu, dihormati, dan hak-hak mereka dipertahankan,” kata Krahenbuhl.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply