Pasukan pendudukan Israel tutup Masjid Ibrahimi

Dengan dalih 'hari besar Yahudi', tentara Israel menutup dan mencegah warga menuju Masjid Ibrahimi.

BY adminEdited Fri,30 Aug 2019,12:22 PM

Hebron

Hebron, SPNA - Tentara Israel pada hari Kamis (29/08/2019) kembali menutup Masjid Ibrahimi di Hebron dan mencegah warga Palestina masuk. Pendudukan berdalih hal ini dilakukan dalam rangaka “hari besar Yahudi.” Selain itu, Israel juga memasang kamera pengintai di Beit Jala.

Beit Jala adalah distrik di Bethlehem, Tepi Barat, yang dikenal sebagai wilayah penghasil minyak zaitun terbaik.

Tentara Israel menutup semua pos pemeriksaan militer dan gerbang elektronik yang mengarah ke Masjid Ibrahimi. Mereka mencegah warga dan penduduk di daerah itu penyeberang menuju masjid untuk sholat atau kunjungan.

Pasukan pendudukan Israel juga mencegah warga sipil Palestina menuju rumah mereka yang terletak di halaman luar masjid. Penutupan akan berlanjut sampai jam 10 malam, dengan alasan agar pemukim bisa merayakan hari besar Yahudi.

Kepala Kantor Hubungan Masyarakat Wakaf dan Departemen Wakaf Islam di Hebron, Raed Maswada, mengatakan bahwa pasukan pendudukan menutup Masjid Ibrahimi di hadapan para jamaah Muslim, dan memungkinkan para pemukim untuk menodai situs suci itu. Ia menambahkan bahwa para penjajah telah mendirikan tenda di halaman luar masjid.

Dalam konteks pelecehan terhadap warga Palestina di Tepi Barat, pasukan pendudukan Israel memasang kamera pengintai di kota Beit Jala, sebelah barat Betlehem.

Menurut warga, kamera pengintai dipasang di Komunitas Arab dan jalan-jalan Crimson dekat pintu masuk barat ke Beit Jala.

Sebelumnya, kendaraan militer Israel meratakan daerah Al-Makhour di provinsi Bethlehem untuk pembangunan terowongan bawah tanah yang menghubungkan Yerusalem ke kompleks permukiman Gush Etzion sekitar satu kilometer.

Direktur Jenderal Komite Perlawanan Tembok dan Permukiman di Betlehem, Hassan Bureijeh, mengatakan kepada Wafa bahwa perluasan itu akan merampas puluhan dunam tanah warga di Beit Jala, mengingat serangan permukiman sangat sengit di daerah itu. Kasus terakhir terjadi tiga hari lalu ketika sebuah restoran dan sebuah rumah di bawah kepemilikan warga Palestina Ramzi Kaysia dihancurkan.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply
Posting terakhir