UNIFIL minta Israel dan Lebanon tidak terjebak dalam perang terbuka

Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) meminta Israel dan Lebanon untuk mencari jalur damai agar tidak terjebak dalam perang yang akan merugikan kedua belah pihak.

BY adminEdited Mon,02 Sep 2019,02:08 PM

Beirut

Beirut, SPNA - Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) meminta Israel dan Lebanon untuk segera menghentikan ketegangan agar tidak terjebak dalam perang terbuka.

Media resmi Lebanon, Minggu (01/09/2019), melaporkan bahwa UNIFIL telah menghubungi kedua belah pihak dan meminta mereka untuk menahan diri.

UNIFIL merupakan pasukan sementara PBB di Lebanon yang didirikan pada tanggal 19 Maret 1978 yang bertujuan untuk memastikan gerak mundurnya Israel dari Lebanon, mengembalikan kedamaian dan keamanan internasional, serta membantu pemerintah Lebanon untuk mengembalikan otoritas efektifnya di area tersebut.

Permintaan badan keamanan PBB tersebut menyusul serangan  Hizbullah Lebanon pada hari Minggu di perbatasan utara Israel. Serangan tersebut direspon Israel dengan melepaskan 100 misil ke arah Lebanon.

Pihak Hizbullah mengatakan bahwa seorang militer Israel (IDF) tewas dalam serangan tersebut. Namun itu dibantah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dengan mengatakan bahwa tidak satupun dari militernya yang terluka.

Serangan Lebanon tersebut menyusul ancaman Sekjen Hizbullah, Hassan Nasrallah, untuk membalas aksi pengiriman dua drone Israel ke Lebanon. Dua drone Israel beberapa hari lalu diklaim melanggar batas udara Lebanon, dan membawa bahan peledak.

Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri,  telah melakukan komunikasi dengan kepala militernya untuk menanyakan kondisi yang berlangsung. Media lokal negara tersebut terus memberitakan bahwa terdapat empat korban di berisan IDF.

Selain itu, Hariri juga melakukan komunikasi dengan Menlu Amerika Serikat, Mike Pompeo, dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. 

Dalam percakapan itu ia meminta Amerika dan Prancis serta negara internasional lainnya untuk masuk mendinginkan suasana.

Demi mengantisipasi korban, militer Israel mengajak warga untuk tidak melakukan perjalanan ke luar rumah.

Sementara itu, Sekjen PBB Antonio Guterres, hari ini, Senin (02/09/2019), meminta Israel dan Lebanon untuk menghentikan serangan serta mengontrol emosi masing-masing. Keduanya diinstruksikan untuk mematuhi undang-undang anti perang milik PBB. Seperti dilansir situs Sputnik News.

Permintaan damai lainnya juga datang dari Menlu Mesir serta Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

(T.HN/S: Qudspress)

leave a reply