Greenblatt minta PBB bebaskan tahanan Israel di Gaza

Melalui suratnya kepada Sekjen PBB, Jason Greenblatt meminta Antonio Guterres untuk mendesak Hamas agar menyerahkan prajurit Israel yang mereka tawan sejak tahun 2014.

BY adminEdited Tue,03 Sep 2019,02:12 PM

Washington

Washington, SPNA – Utusan Amerika untuk misi perdamaian Timur Tengah, Jason Greenblat, mengirimkan surat khusus untuk Sekjen PBB, Antonio Guterres yang memintanya agar segera mengurus pemulangan prajurit Israel yang ditawan Hamas di Gaza.

Channel 12 Israel melaporkan bahwa Greenblatt meminta Guterres untuk mengambil langkah pasti demi memulangkan prajurit tersebut. Hal itu untuk mengurangi beban penderitaan keluarga prajurit tersebut di Israel.

Greeblatt disebutkan juga akan membentuk kekuatan internasional demi memberikan tekanan kuat terhadap Hamas.

Guterres sebenarnya pada bulan Agustus lalu telah berjanji akan mengurus pemulangan prajurit Israel itu.

Komitmen tersebut disampaikan di Markas Besar PBB di New York, Kamis (22/08/2019), saat bertemu dengan ayah dari salah satu prajurit Israel (Hadar Goldin) yang ditahan Hamas.

Guterres mengatakan bahwa ia akan memberi instruksi khusus kepada utusannya di Timur Tengah, Nickolay Mladenov, untuk menjalankan keputusan PBB nomor 2474, yang mewajibkan pelepasan tahanan Israel sebagai syarat dari setiap agenda perdamaian yang ingin dibangun.

Ia juga akan mengangkat topik tersebut dalam pertemuan Majelis Umum PBB bulan ini.

Hadar Goldin diklaim berhasil ditahan oleh pejuang Palestina di Rafah, saat ikut terlibat dalam agresi militer Israel ke Gaza, tahun 2014 lalu.

Terdapat kabar simpang siur seputar apakah prajurit Israel tersebut masih hidup atau telah tewas sejak pertama kali ditangkap.

Namun demikian, pernyataan Sekjen PBB itu dianggap tidak adil dan miris. Saat ini, terdapat 5.700 tahanan Palestina yang mendekam di penjara Israel, namun ia lupa menyebutnya.

Tidak hanya itu, otoritas Israel juga menyita ratusan jasad warga Palestina yang telah mereka bunuh. Sebagiannya telah di kuburkan tanpa pemberitahuan pihak keluarga, dan sebagian lainnya masih mereka simpan dalam peti es di penjara Israel.

(T.HN/S: Samanews)

leave a reply