1.000 Korban Tembak Israel di Gaza Idap "Infeksi Tulang Akut"

Kondisi ini semakin diperparah dengan minimnya fasilitas kesehatan untuk menganalisa sampel tulang, mendiagnosis infeksi dan menentukan antibiotik yang tepat.

BY adminEdited Wed,04 Sep 2019,07:37 AM

Gaza

Gaza, SPNA - Lebih dari 1.000 warga Palestina di Jalur Gaza “mengidap infeksi tulang akut” setelah menjadi korban tembak tentara Israel,” ungkap lembaga kemanusiaan Médecins Sans Frontières (MSF).

MSF mengutarakan, pihaknya “menghadapi tantangan besar” ketika merawat korban tembak tersebut. Salah satunya adalah adanya “infeksi tulang akut” pada pasien, yang mempersulit pemulihan mereka.

Lebih dari 7,400 warga Palestina terluka oleh peluru tajam Israel saat terlibat dalam protes pekanan di perbatasan.

Melalui laman resminya,  Senin (02/09/2019), MSF menegaskan, “Luka tembak sangat rentan terhadap infeksi.”

Risiko infeksi semakin tinggi ketika luka tersebut sangat besar, disertai tulang pecah, minim perawatan dan tetap terbuka dalam waktu lama sejak terluka. Sayangnya, semua ini terjadi pada luka-luka yang dialami warga Gaza.

Aulio Castillo, Ketua Tim Medis MSF di Gaza, menjelaskan, “tingkat keparahan dan kerumitan luka” yang dialami pasien mereka yang terluka di Gaza, “menjadi kronis,” ketika fasilitas perawatan di wilayah itu tidak memadai.

Mengobati infeksi menjadi semakin sulit akibat “lumpuhnya sistem kesehatan buah dari blokade Israel selama lebih dari satu dekade,” MSF menuturkan.

“Kami telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan fungsi sebuah laboratorium agar dapat menganalisa sampel tulang. Ini penting untuk mendiagnosis infeksi dan menentukan antibiotik mana tepat,” papar Castillo.

Menurut MSF, ini adalah “laboratorium pertama di Gaza yang memungkinkan untuk menganalisa sampel tulang,” sebelumnya, “semua sampel tulang harus dikirim ke Israel untuk diuji.”

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply