Ibrahim Checheb, Penyebar Islam di Meksiko Selatan

Menjadi minoritas tidak menghalanginya untuk menyebarkan Islam. Checheb kerap berlebaran bersama dan menjadikan rumahnya senantiasa terbuka untuk mereka yang ingin mengenal Islam.

BY adminEdited Wed,04 Sep 2019,12:32 PM

Chiapas

Chiapas, SPNA – Surat kabar Inggris BBC pekan lalu merilis kisah seorang imam Muslim di Chiapas, sebuah negara bagian di Meksiko.

Adalah Imam Ibrahim Checheb, sosok penting dalam penyebaran Islam di Meksiko selatan, yang mayoritas penduduknya menganut agama Katolik.

Ibrahim Checheb memilih menjadi Muslim diusia 15 tahun dan menjadi yang pertama dalam keluarganya.

“Saya adalah Muslim pertama dalam keluarga. Awalnya saya belum paham hakikat Islam. Yang saya tahu, orang Islam adalah mereka yang duduk di atas tanah lalu melantunkan kalimat-kalimat dalam Bahasa Arab yang tidak saya mafhum." Tapi, justru "inilah yang menarik perhatian saya,” tuturnya.

“Setelah mengucapkan syahadat saya menyeru keluarga, tetangga bahkan teman-teman masa kecil saya untuk masuk Islam. Atas izin Allah mereka semua hari ini telah menjadi muslim."

“Kami senantiasa membuka pintu rumah agar yang lain bisa ikut mempelajari Islam,’’ ujarnya kepada BBC.

Checheb lambat laun mengubah rumahnya menjadi menjadi pusat komunitas Muslim di Chiapas. Setiap lebaran ia mengundang sekitar 200 warga, baik muslim maupun non-muslim, untuk berhari raya bersama. 

Mayoritas warga Meksiko beragama Katolik. Namun pada tahun 90-an beberapa muslim dari Spanyol datang ke negara ini untuk menyebarkan Islam. Sampai saat ini,  umat Islam di seluruh Meksiko mencapai 2.500 jiwa, 300 dari mereka tinggal di Chiapas.

(T.RS/S:BBC)

leave a reply
Posting terakhir