Lawan Pencaplokan Israel, PM Palestina Buka Investasi di Bidang Pertanian

Untuk melawan pencaplokan tanah yang dilakukan Israel, Pemerintah Palestina membuka investasi besar dalam bidang Pertanian. Hal tersebut bertujuan untuk menegaskan kepemilikan warga Palestina terhadap tanah mereka.

BY adminEdited Wed,04 Sep 2019,02:29 PM

Tepi Barat

Tepi Barat, SPNA - Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengatakan pada hari Selasa (03/09/2019) bahwa pemerintahnya ingin menghadapi rencana pencaplokan Israel dengan cara berinvestasi di sektor pertanian dan meningkatkan ketahanan Palestina di tanah mereka.

Dalam pernyataan tersebut ia mengatakan bahwa pemerintah akan menganggarkan dana sebesar 23 juta USD untuk menghidupkan sektor pertanian di Provinsi Qalqilya. Shtayyeh menambahkan bahwa terdapat sekitar 711 ribu warga Yahudi ilegal saat ini yang tinggal di wilayah Palestina.

Ia melanjutkan bahwa pencaplokan akan terus berlangsung jika warga Palestina sendiri tidak memberikan perhatian terhadap lahan mereka.

Dalam beberapa bulan terakhir, wilayah Palestina telah menyaksikan peningkatan aktivitas permukiman, termasuk pendirian sejumlah permukiman Yahudi baru di Lembah Yordan dan Betlehem.

"Memanfaatkan lahan adalah salah satu cara untuk melawan pencaplokan," sebut Shtayyeh dalam sebuah kegiatan tanam pohon di dekat pagar perbatasan Israel.

"Solusi politik bisa saja gagal kapan saja, namun kita tetap akan bertahan menjaga tanah kita sendiri," tutup Shtayyeh.

Beberapa hari lalu, Perdana Menteri Israel, Benjamin  Netanyahu, kembali menunjukkan niatnya untuk menguasai seluruh wilayah Tepi Barat.

Dalam pidato pembukaan tahun ajaran baru, di salah satu permukiman ilegal Yahudi Al-Kana di Tepi Barat, Netanyahu mengatakan, “Kita akan membangun rumah kita, ini adalah tanah kita dalam sejarah lama.”

(T.HN/S: Reuters)

leave a reply